Pages

Jumat, 17 Januari 2020

Gia, Akhir Tragis Seorang Supermodel


"Too beautiful to die.
Too wild to live." 

~ Gia Marie Carangi 
(29 Januari 1960 - 18 November 1986) 


Dari iseng mengetik nama Gia Carangi, akhirnya saya larut menyaksikan biopik yang menceritakan kisah hidup Gia yang berakhir sangat menyedihkan. Film produksi HBO tahun 1998 itu menampilkan Angelina Jolie yang berperan sebagai Gia dan Mila Kunis memerankan Gia saat masih berusia 11 tahun. 

Jauh sebelum muncul nama-nama seperti Cindy Crawford, Naomi Campbell dan Linda Evangelista,  Gia Carangi sudah menjadi model dengan bayaran termahal. Dia juga merupakan salah seorang model yang wajahnya paling sering menghiasi sampul Majalah Vogue dan majalah fashion ternama lainnya, hingga saat ini.

Trauma Masa Kecil 
Kisah dimulai ketika Gia kecil menyaksikan pertengkaran hebat orangtuanya yang berakhir dengan kepergian ibunya. Kejadian itu sangat membekas di hati Gia dan membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang liar dan suka memberontak. Dia sempat sangat membenci ibunya meski akhirnya mereka menjadi sangat dekat, terutama di saat-saat terakhir hidup Gia. 
Mila Kunis sebagai Gia remaja
Sepeninggal ibunya, Gia kemudian mengisi hari-harinya dengan membantu di restoran milik ayahnya. Pada masa-masa itu pula, Gia sudah mulai mengenal ganja, alkohol dan kokain. Hal ini membuat ibunya khawatir, apalagi Gia yang tomboy dan urakan juga sudah memperlihatkan ketertarikannya pada sesama perempuan. Ibunya kemudian mengarahkan Gia menjadi model, dunia yang sebenarnya merupakan cita-cita tak kesampaiannya. 

Gia kemudian meninggalkan Philadelphia menuju New York City untuk menjadi model. Wilhelmina Cooper yang mampu membaca bakat Gia  merekrut Gia bergabung di agency miliknya. Tak butuh waktu lama bagi Gia untuk melejitkan namanya. Gia pun kemudian dikenal sebagai model yang paling banyak diminati desainer dan berbagai produk kecantikan ternama.








Tidak ada seorang model pun yang mampu mengalahkan popularitas dan bayaran Gia. Sementara itu,  Gia pun terang-terangan memperlihatkan kemesraannya dengan Sandy Linter, kekasih perempuan yang dikenalnya sejak awal merintis karier di New York. 
Gia bersama Sandy


Kecanduan Narkoba
Sayangnya, uang dan popularitas ternyata justru makin menjerumuskan Gia pada ketergantungannya dengan narkoba. Ditambah lagi dengan lingkungan para model yang penuh intrik dan banyak yang cemburu padanya. 

Gia juga mulai bermasalah karena sering meninggalkan pekerjaan saat kecanduan. Melihat kondisi Gia yang semakin parah dan tidak bisa diingatkan, Sandy mengancam akan meninggalkan Gia jika dia tidak mau berubah. Meski sangat mencintai Sandy, tapi Gia sudah terlalu larut dalam tekanan narkoba. 

Narkoba juga merusak penampilan Gia

Wafatnya Wilhelmina yang sudah dia anggap sebagai ibunya, membuat Gia semakin didera rasa depresi. Gia pun kehilangan banyak pekerjaan besar dan kehabisan uang. Dalam kondisi ketergantungan yang parah, Gia mulai terlibat kegiatan prostitusi demi mendapatkan narkoba. Dalam sebuah adegan, Gia menangis karena merasa dirinya kotor setelah diperkosa para pemadat. Dia menangis memeluk Sandy, menyesali dirinya  yang tidak mau mendengarkan nasihat Sandy. 
Akting memukau Angelina Joly

Ketotalan Angelina Joly memerankan Gia memang sangat pantas diacungi jempol. Tak salah kalau dia memenangkan banyak penghargaan untuk perannya ini, termasuk meraih Golden Globes sebagai aktris terbaik.

Lewat bantuan ibunya dan Sandy, Gia kemudian bersedia mengikuti rehabilitasi demi kesembuhannya. Untuk meneruskan hidup, Gia sempat bekerja di toko pakaian sampai menjadi pelayan kafe. Sayang, pada suatu malam di  tahun 1985, dia mencuri uang ibunya dan kembali terlibat dalam obat-obatan terlarang . Sebuah berita mengagetkan diterima Ibunya, Gia mengalami koma karena mendapat serangan fisik dan seksual yang kejam. 

Gia kembali lagi menjalani program rehabilitasi dan menjalani perawatan pneumonia di Warminster General Hospital. Pada bulan Juni 1986, dokter memberitahu ibunya kalau Gia positif terinfeksi HIV/AIDS. Gia meninggal dunia di Hahnemann University Hospital pada 18 November 1986 dan dimakamkan pada 23 November 1986 tanpa dihadiri kawan-kawan selebritanya. Dia pergi dalam kesunyian yang menyakitkan.

Foto-foto terakhir Gia : 





4 komentar:

  1. Sayang banget yaa :(. Padahal dia cantik banget. Aku jauh LBH suka melihat wajahnya daripada Crawford. Review filmnya bagus2 deh mba. Kmrn aku baca yg Vita & Virginia, sampe cari trailer filmnya di YouTube :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih banyak ya mba... tapi saya lebih suka film biopik, mba.. sekali lagi terimakasih sudah mampir

      Hapus
  2. memang kadang kalau gak kuat popularitas justru malah menghancurkan apalagi kalau pamor sudah menurun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mba, sayang banget, padahal dia seharusnya bisa jadi model top dunia...

      Hapus