Pages

Jumat, 03 Januari 2020

Frida Kahlo, Seniman Paling Eksentrik Sepanjang Masa

"Saya melukis potret diri karena saya sering kesepian, karena sayalah yang lebih mengenali diri saya sendiri." 

Frida Kahlo (6 Juli 1907 - 13 Juli 1954)

Menonton biopik Frida yang dimainkan Salma Hayek, serasa tak hanya terlempar ke abad lampau tapi juga menemukan kekuatan lain seorang perempuan. 

Magdalena  Carmen Frieda Kahlo Calderon, lahir di Meksiko pada 6 Juli 1907. Dia dikenal sebagai pelukis yang selalu menampilkan dirinya sendiri sebagai obyek. Sejak mengalami kecelakaan serius yang membuatnya harus terbaring selama berbulan-bulan di tempat tidur, Frida terpaksa keluar dari Preparatoria, sekolah kedokteran terkemuka di Meksiko. Padahal. Frida merupakan satu dari tiga puluh lima perempuan di antara seribu siswa yang diterima di sekolah ini. Kecelakaan itu juga merusak alat reproduksinya sehingga dia terpaksa berkali-kali mengalami keguguran. 


Selama berbulan-bulan masa penyembuhannya, Frida menghabiskan waktu dengan melukis, termasuk melukisi gips yang membalut tubuhnya. Dia juga membuat banyak lukisan yang sebagian besar dipengaruhi oleh budaya asli Meksiko termasuk dalam pemilihan warnanya. 
Darah seni dia dapat dari ayahnya, Guillermo Kahlo, seorang fotografer. Sejak kecil, Frida dan ketiga saudara perempuannya selalu menjadi obyek foto sang Ayah. Tapi sikap merdeka telah dia perlihatkan saat foto keluarga dengan memilih berpakaian seperti pria. 

Cinta & Perselingkuhan
Keputusan terbesar yang mengubah hidupnya dia ambil saat berusia 22 tahun dengan menikahi Diego Rivera, pelukis mural yang sangat dia kagumi. Reputasi Diego yang buruk soal pernikahan dan hubunganya dengan perempuan membuat sang Ibu menentang pernikahan Frida dengan Diego. Tapi Frida tidak hanya mencintai Diego, dia sangat  memuja dan tergila-gila pada Diego. 

Bersama Diego, Frida terus menunjukkan produktivitasnya dalam melukis. Para kritikus menyebutnya sebagai pelukis surealis dengan berbagai simbol yang selalu identik dengan apa yang dia alami. Sebagian besar lukisannya menggambarkan kesepian, kesakitan dan kehilangan yang dia rasakan, terutama saat berkali-kali mengalami keguguran yang menyakitkan. 





Kehidupan rumah tangganya yang complicated dengan Diego dengan berbagai perselingkuhan yang mereka berdua lakukan, membuat keduanya sempat memutuskan bercerai tapi kemudian rujuk kembali. Hal yang menyakitkan tentu ketika Diego berselingkuh dengan Christina, adik kandung Frida. 
Sedangkan Frida yang secara terbuka mengaku dirinya biseksual juga beberapa kali berselingkuh dengan artis perempuan, termasuk dengan Josephine Baker. Tapi yang membuat Diego sangat meradang ketika mengetahui Frida berselingkuh dengan sahabatnya, Leon Trostky, saat tokoh komunis itu bersembunyi di rumah mereka. 

Ikon Fashion Dunia
Hal menarik dari Frida adalah gaya dandanannya yang unik dan eksentrik. Dia merupakan perempuan Hispanik pertama yang pernah beberapa kali menjadi cover majalah Vogue. 








Gaya berpakaian Frida  mengadopsi gaun tradisonal  Tehuana dimana dia  ingin menunjukkan dirinya secara mencolok sebagai orang Meksiko. Gaun tersebut buatan masyarakat Tehuantepec Isthmus, yang dikenal sebagai masyarakat matriarkal di wilayah Tenggara Meksiko. 


Frida sudah sangat memahami kekuatan pakaian sejak dia mengidap polio di usia 6 tahun, sehingga dia menutupi kekurangannya itu dengan rok lebar khas Meksiko. Selain itu, dia juga harus mengenakan tiga hingga empat kaus kaki untuk menyiasati kakinya yang lebih kecil dan memilih  mengenakan sepatu bertumit tinggi agar  posisi kakinya menjadi seimbang.

Selain  menutupi bentuk kakinya, pilihan gaya busana itu juga sebagai bentuk sikap politiknya  di tengah dominasi para pria pada masa itu. 

















Nama Frida Kahlo tidak hanya dikenang sebagai seniman perempuan paling eksentrik sepanjang masa, tapi juga ikon fashion yang menjadi inspirasi para desainer dunia. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar