Pages

Selasa, 14 Januari 2020

Becoming Colette


The Lovesick. 
The betrayed,
and the jealous 
all smell alike


~Sidonie-Gabrielle Colette
28 January 1873 - 3 Agustus 1954 



Awalnya, Colette hanyalah gadis desa yang  pemalu saat  Henry Gauthier Villars yang dikenal dengan nama pena Willy, menikahinya. Willy yang lebih tua 15 tahun kemudian memperkenalkan Colette dengan kehidupan kota yang glamour dan membawanya masuk dalam pergaulan kalangan sosialita. 
Dalam film "Colette" (2018), yang dimainkan Keira Knightley, sosok Colette yang berasal dari desa tampak merasa tidak nyaman dengan gaya hidup yang dibangga-banggakan suaminya itu. Apalagi Willy juga selalu mengoreksi penampilannya yang sederhana dan menurut Willy, udik. 

Sementara itu, kondisi keuangan dan karier Willy sebagai penulis mulai berantatakan. Willy juga sudah tidak mampu membayar orang-orang yang selama ini bekerja sebagai "ghost writer"-nya. Padahal, agen penerbit terus menagih tulisan terbarunya. Pada saat itulah, Willy menemukan harta karun terbarunya, Colette!

Colette dan Willy
Willy mengunci Colotte di sebuah ruangan dan memaksanya  fokus untuk menulis — tetapi diterbitkan sebagai karya Willy. Di bawah tekanan Willy, Colotte menulis empat novel serial  “Claudine”, Claudine à l'école (1900,  Claudine at School), Claudine à Paris (1901, Claudine in Paris), Claudine en menage (1902, yang kemudian  diterbitkan ulang dengan judul Claudine amoureuse, diterjemahkan sebagai The Indulgent Husband), dan Claudine s'en va: Journal d'Annie (1903,  The Innocent Wife). Barulah pada buku Claudine keempat, La Retraite Sentimentale Colette (1907, Retreat from Love), diterbitkan dengan nama Colette Willy.


Claudine edisi revisi dengan tambahan nama Colotte
Cinta Yang Rumit
Sikap Willy yang terus memaksanya menulis dan menguasai semua royalti yang dihasilkan serial Claudine, membuat Colette semakin muak. Dia menuangkan semua keliaran isi kepalanya pada tokoh Claudine. Ketenaran Claudine membuat Willy mengangkat cerita tersebut dalam bentuk pertunjukan teater, seolah-olah Claudine itu merupakan karyanya. 

Tokoh Claudine pun dengan cepat menjadi idola gadis-gadis remaja di Eropa pada masa itu.  Mereka meniru semua yang dilakukan Claudine termasuk gaya berpakaiannya. Banyak uang membuat Willy kembali pada kebiasaan lamanya, main perempuan! Apalagi Willy juga tahu kalau Colette mulai menunjukkan orientasi seks yang berbeda. Mereka bahkan pernah selingkuh dengan perempuan yang sama...

Colotte bersama Willy dan pemeran Claudine di panggung teater.
Colette kemudian  memutuskan meninggalkan Willy pada saat ketenaran Claudine mencapai puncaknya di  tahun 1906. Willy dengan licik menguasai semua royalti atas semua penjualan buku baik atas nama Willy maupun nama mereka berdua. Colotte tidak mendapat apapun dari pernikahannya dengan Willy hingga dia bergabung dengan kelompok pantomim keliling. 

Selama tahun-tahun itu pula ( 1906–1910), dia terlibat skandal asmara dengan Marquise de Balbeuf ("Missy"), seorang lesbian kaya raya yang dalam keseharian selalu berpenampilan seperti laki-laki. Hubungan cintanya dengan Missy turut memengaruhi novel-novel Colotte selanjutnya, seperti La Vagabonde (1910,  The Vagabond) dan L’Envers du music-hall (1913,  Music-Hall Sidelights). Colotte pun terpengaruh mengubah penampilannya menjadi lebih maskulin. 
Colotte dan Missy


Penampilan Colotte yang lebih edgy

Setelah melalui perseteruan yang pelik, pada tahun 1910, Colotte resmi bercerai dengan Willy. Ketertarikan Colotte pada dunia politik dan jurnalistik mempertemukannya dengan Henry de Jouvenel, pemimpin redaksi surat kabar Le Matin, di mana dia berkontribusi pada kronik teater dan cerita pendek. Keduanya menikah tahun 1912 dan anak perempuan mereka lahir setahun kemudian. Kehadiran Colotte de Jouvenel yang dia panggil  Bel-Gazou karena suka dengan kisah binatang di La Paix chez les bêtes (1916) membuat Colotte menghabiskan banyak waktu mengurus anak dan belajar fotografi. 
Colotte bersama Henry dan Colotte de Jouvenel
Pada 1920 Colette menerbitkan Chéri,  novel tentang percintaan seorang pelacur  kaya dengan laki-laki yang jauh lebih muda. Isi novel tersebut ternyata tidak ubahnya kisah hidupnya yang diam-diam berselingkuh dengan Bertrand de Jouvenel, anak tirinya yang masih berusia 16 tahun. Mengetahui perselingkuhan itu, Henry langsung menceraikan Colotte. Pernikahan Colette dengan Jouvenel berakhir dengan tahun 1924.


Tak sampai setahun, dia bertemu dengan  Maurice Goudeket, yang menjadi suami terakhirnya dan mereka tetap bersama sampai Colette wafat di usia 81 tahun.
Colotte bersama suami terakhirnya
Sepanjang usianya, Colotte menulis banyak novel romantis yang masih populer hingga saat ini, di antaranya Gigi yang sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia. Dia juga dikenal dengan keterlibatan dan kontribusinya  di berbagai organisasi sains dan literasi Eropa . Quote-nya banyak yang dikutip tokoh-tokoh dunia. Bagi masyarakat Perancis, nama Colotte merupakan kebanggaan tersendiri di luar berbagai skandalnya. 




6 komentar:

  1. Sebetulnya lebih bagus nih kalau ada keterangan tentang kepribadian Collete ini. Bisa digali tentang penyebab perilakunya itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sarannya, mba... di tulisan selanjutnyaa.. menarik, sih terutama dengan prilaku biseksualnya itu..

      Hapus
  2. Walaupun gak begitu suka nonton film, karena topiknya tentang penulisan jadi lumayan nyambung sama jalan cerita yang dibahas di sini :))

    BalasHapus
  3. wah begitu ya ceritanay, makasih nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih ya mba, sudah mampir ke blog saya...

      Hapus