Pages

Senin, 30 Desember 2019

Film "Imperfect" , Nggak Perlu Sempurna Untuk Bahagia

Film karya Ernest dan Meira memang selalu meninggalkan kesan tersendiri. Tak jauh-jauh dari masalah yang biasa terjadi sehari-hari, termasuk rasa insecure seperti yang dialami Rara dalam film "Imperfect".
"Timbangan itu hanya menunjukkan angka bukan nilai." (Rara)


Sejak nggak sengaja nonton film pertama karya Ernest yang judulnya "Ngenest," di tv, saya jadi jatuh cinta dengan film-film karya komika yang satu ini. Selain kaya dengan premis yang jenaka, skripnya juga selalu disisipi dengan pesan moral terutama yang berkaitan dengan kasih sayang dalam keluarga. 

Menyaksikan film Ernest memang serasa melihat wajah sendiri. Terasa sangat nyata dan dapat disentuh. Ernest tidak hanya mampu membuat penonton filmya tertawa tapi juga menangis haru.

Dalam film terbarunya ini, Ernest menyadarkan saya tentang pentingnya menanamkan body positive, pada diri anak. Saya seperti melihat diri saya pada sosok Deby (Karina Suwandi), ibunya Rara (Jessica Mila) yang selalu mengingatkan anak perempuan agar menjaga pola makannya karena pipinya makin chubby. Saya paling cerewet kalau anak perempuan saya mulai makan banyak karena saya merasa dia punya "bakat" gemuk seperti saya. 

"Cantik itu belum tentu bahagia" (Rara) 


Momok bernama Body Shaming
Seperti halnya Rara, sejak kecil saya juga kerap merasa insecure karena sering menerima body shaming dari teman, tetangga hingga keluarga. Saya bahkan mendapat tambahan nama belakang. "tomblok" yang kemudian diplesetin menjadi "Adek Ombok" . Nama itu terus melekat meski tubuh saya sudah tidak semontok waktu masih TK. 

Buat saya, nama itu jadi semacam kutukan,  karena saya selalu merasa insecure dengan berat badan saya, sampai hari ini. 

Back to the focus, gaes...

Rara itu sulung dari dua bersaudara. Adiknya Lulu, memiliki segala kesempurnaan yang menjadi impian semua perempuan, cantik, putih dan tinggi langsing. Ibunya yang dulunya model ternama selalu mengingatkan Rara untuk mengurangi makan. Di sinilah awal tumbuhnya rasa insecure Rara. Apalagi teman-teman ibunya yang sosialita juga suka membandingkan Rara dengan Lulu. 

Tapi ayah Rara selalu membesarkan hatinya," kamu tidak harus cantik kayak mama."  Sayang, ayahnya meninggal dunia dan tanggungjawab terhadap mereka kini berada di pundak mama. Rara merasa sangat terpukul dan melarikan patah hatinya pada berbatang-batang coklat. 

Meski kerap menerima perlakuan yang tidak mengenakkan karena penampilannya, tapi Rara beruntung memiliki kekasih yang sangat sayang padanya. Dika dan Ibunya, tidak pernah menilai Rara dari penampilannya tapi dari hati Rara yang sangat peduli pada sesama dengan menjadi guru volunteer untuk anak-anak pemulung. 

                
Dika selalu bilang ke Rara. " Nyari yang cantik itu gampang, nyari yang cocok itu yang susah. Kamu udah cantik, cocok lagi." 

Masalah muncul di kantor Rara yang akhirnya membuat Rara bertekad mengubah bodygoals-nya. Di sinilah peran Ernest dan Meira dengan cerdik mengaduk emosi penonton terutama terhadap Marsya (Clara Bernadeth) dan geng cantiknya. Apalagi, Marsya dan  Rara sedang bersaing mendapatkan posisi sebagai Manajer Pemasaran di kantor mereka. 

Kata-kata Kevin (Diyon Wiyoko), atasannya, adalah pemantik semua perubahan pada diri Rara, "Seandainya saja, kamu dan Marsya bisa merger, kamu otaknya, dan Marsya chasingnya." Fey, sahabatnya juga memberi semangat, bahwa posisi itu sudah sepantasnya menjadi milik Rara. 

Belajar Bersyukur
Selain film "Imperfect" besutan Ernest, sudah banyak film yang mengangkat tema "itik buruk rupa", sebut saja "Betty La Fea" hingga "200 Pounds Beauty". Umumnya menggambarkan sosok cerdas yang terkurung dalam penampilan yang buruk. Bedanya, hanya dari cara mengakhiri "kutukan" itu. Kalau Betty dengan mengubah cara berpakaian dan rambutnya yang "old school", Hanna di film "200 Pounds Beauty" memilih cara yang lebih  ekstrim,  operasi plastik. 

Ernest bisa saja terinspirasi dari keduanya, tapi dia menyelesaikannya dengan cara yang siapa saja bisa melakukannya: change your mindset, ubah insecure jadi bersyukur. 

Film ini juga mengubah tipe cowok anak gadis saya yang semula menganggap Reza Rahardian itu idolanya emak-emak, tapi sekarang dia malah pingin punya cowok yang seperti Dika, ciaileh... :)

Film ini sangat recommended, tidak hanya yang selalu merasa insecure tapi juga para pelaku body shaming. Tidak hanya ciamik di skrip tapi juga didukung akting pemainnya yang keren dan natural, terutama Reza dan Jessica Mila. Untuk memerankan tokoh Rara, Mila bahkan rela  harus menaikkan berat badannya sampai 10 kilo!

Saya juga acungin jempol buat Dewi Irawan yang pas banget jadi ibunya Dika, serta para komika cewek, anak kos ibunya Dika. Celetukan mereka, membuat film ini jadi makin hidup. Untuk Uus, boleh juga tuh jadi preman kampung yang nyebelin. Dan.... the last but not least, tokoh Fey yang dimainkan oleh Shareefa Daanish, keren abis!


foto-foto: comot dari Google 


2 komentar:

  1. Akupun sukaaaaa Ama film2 Ernest. Yg pertama kali aku tonton cm: cek toko sebelah mba. Itu juga jempol lah.

    Film2 dia selalu berisi, kocaknya banget, tapi isi filmnya jg ada.

    Eh serius itu Jessica Mila gemukin badan? Aku kira dia pake kostum/prop yg bisa terlihat gemuk mba :o

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selera film kita sama ya mba.... benar, Jessica Mila naikin berat badannya sampai 10 kilo demi film ini...

      Hapus