Pages

Rabu, 01 Juni 2016

Ihwal Waris Perempuan : Seperdua Yang Membawa Berkah

"Berikanlah bagian-bagian yang sudah ditetapkan oleh Allah di dalam Alquran kepada orang-orang yang berhak menerimanya, dan jika terdapat kelebihan, maka diberikan kepada para lelaki." (H.R. Bukhari dan Muslim)
Meski perempuan hanya mendapatkan bagian warisan seperdua dari lelaki, sesungguhnya hal itu bukan karena Allah membedakan keduanya atau bersikap pilih kasih, melainkan karena Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. 
Dahulu, kaum jahiliyah bahkan tidak memberikan harta warisan kepada perempuan dan anak laki-laki yang masih kecil dengan alasan bahwa bagi yang belum pernah berperang atau mendapatkan harta dari rampasan perang, maka tidak berhak mendapatkan warisan. Namun, Allah membatalkan hukum yang dibuat atas dasar kezaliman serta menetapkan bagian tertentu untuk kaum perempuan sesuai kebutuhan mereka. 
"alasan pemberian harta warisan untuk anak perempuan dengan setengah bagian dari anak laki-laki karena anak perempuan jika kelak menikah akan menjadi tanggung jawab suaminya. Sedangkan  anak laki-laki memiliki tanggung jawab ganda bukan hanya kepada keluarganya tapi juga keluarga besarnya, termasuk anak adik perempuannya yang menjadi yatim," jelas Ustaz Quraish Shihab. 
Quraish Shihab juga menambahkan bahwa sesungguhnya harta itu merupakan ujian bagi pemiliknya. Karena bisa jadi, harta yang dimiliki itu membuat hamba yang bersyukur atau justru sebaliknya, sebagaimana firman Allah Swt. yang berbunyi," Hai orang-orang yang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi." (Q.S. al-Munafiquun/63:9)
Ujian yang datang dari harta warisan juga tidak kalah dahsyatnya. Banyak sekali kasus pertikaian antar keluarga yang terjadi karena perebutan harta warisan. Itulah sebabnya, Allah dengan tegas mengatur soal pembagian harta warisan ini. 

Setengah Yang Melengkapi
Allah Swt. menetapkan bahwa anak perempuan mendapatkan bagian warisan setengah dari yang didapatkan anak laki-laki serta harta tersebut dipotong dengan kewajiban almarhum seperti utang piutang dan wasiatnya. Bagi suami yang memiliki istri lebih dari satu, maka bagian istri yang seperempat bagian (jika tidak memiliki anak) atau seperdelapan (jika memiliki anak) itu kemudian dibagi lagi untuk masing-masing istri. Misalnya, seperdelapan bagian dari jumlah warisan yang telah dipotong utang piutang dan wasiat kemudian dibagi dua untuk memiliki istri dua, demikian seterusnya. 
"Meski Islam tidak melarang poligami, si pelaku poligami juga harus siap dengan konsekuensi tersebut jika dia meninggal dunia," kata Mamah Dedeh. Bagian yang setengah itu pun masih diterapkan ketika almarhum tidak mewariskan harta, melainkan utang. " Kalau yang ditinggalkan itu utang, maka anak perempuan juga akan menanggung setengah bagian dari anak laki-laki. Jadi, bukan hanya ketika mendapatkan harta saja, anak laki-laki mendapatkan dua bagian dari anak perempuan, untuk urusan utang piutang juga sama. Itulah yang namanya adil," tambah Mamah Dedeh. 
Bentuk kasih sayang Allah lainnya kepada perempuan adalah jika dalam perjalanan hidupnya, anak perempuan itu mendapatkan kesulitan ekonomi, saudara laki-laki yang telah mendapatkan bagian dari harta warisan orang tua mereka, wajib membantu kehidupannya. 
Sesungguhnya, segala sesuatu yang telah ditentukan Allah Swt itu berdasarkan atas kasih sayang kepada umat-Nya sebagaimana yang terdapat di dalam Alquran surat Thaaha ayat 2 yang berbunyi, " Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu agar kamu menjadi susah." 
Allah Swt. telah menetapkan bagian-bagian tertentu untuk ahli waris dengan pembagian yang terbaik dan paling adil berdasarkan hikmah yang sangat dalam. Allah Swt. juga menjelasakan ihwal pembagian tersebut dengan penjelasan yang sangat sempurna, baik melalui firman-Nya juga hadis Rasulullah saw. Bagian perempuan memang tidak sama dengan bagian laki-laki, tapi jumlah tersebut justru melengkapi apa yang sudah menjadi ketentuan Allah Swt. 

6 komentar:

  1. Ketentuan tentang warisan ini tertulis jelas banget di Al Quran. Dulu saya merasa kok begini ya, tapi sekarang sudah enggak lagi, karena itu sudah adil seadil-adilnya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, mba... segala ketentuan Allah merupakan kebaikan untuk hamba-Nya..

      Hapus
  2. Allah memang Maha segala-galanya, tak pernah ingin membuat mahluknya sengsara. Thx u

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, kang... Allah memang Maha Tahu yang terbaik untuk hamba-Nya, terimakasih banyak sudah mampir ya kang...

      Hapus
  3. alloh memang maha adil

    www.travellingaddict.com

    BalasHapus