Pages

Kamis, 26 Mei 2016

Empat Perempuan Yang Paling Dicintai Nabi

Meski Rasulullah saw. memiliki banyak istri, namun ada empat perempuan yang paling dicintainya. Mereka adalah keempat putri Rasulullah, buah cinta beliau dengan Khadijah ra. 
Dari semua istrinya, Rasulullah saw hanya mendapatkan keturunan dari Khadijah ra dan Maria Al-Qibthya. Karena sebagian besar istri beliau adalah janda dari para sahabat yang gugur di medan perang dan sudah berusia senja. dari Khadijah, Rasulullah memperoleh enam orang anak, dua di antaranya laki-laki yang mennggal ketika masih anak-anak. Sedangkan keempat putrinya dikenal sebagai perempuan berhati mulia yang menjadi belahan jiwa ayahandanya. Mereka adalah Zainab, Ruqayyah, Umu Kultsum dan Fatimah az-Zahra. Yuk, kita mengenal mereka lebih dekat...

KESETIAAN ZAINAB
Zainab adalah putri pertama Rasulullah yang kemudian beliau nikahkan dengan Abul 'As bin Rabi, putra dari bibi beliau dari pihak ibu. Sayangnya, sang menantu bukan termasuk orang yang percaya dengan kerasulan mertuanya. Namun, Zainab tetap mencintainya dengan sepenuh jiwa. Ketika terjadi peristiwa hijrah, meski sangat ingin ikut, Zainab memilih tinggal demi suaminya. Saat perang Badar, hati Zainab semakin tidak menentu karena suaminya berjuang di pihak kafir Quraisy sedangkan ayahnya menjadi pemimpin pasukan kaum muslimin. 
Apa yang ditakutkan Zainab pun terjadilah. Suaminya tertangkap dan ditahan oleh kaum muslim. Zainab lalu mengirim kalung onix safir hadiah perkawinan dari ibunya untuk menebus suaminya tercinta. Mengetahui hal itu, Rasulullahpun  menangis sambil memandangi kalung pemberian istrinya untuk Zainab. Para sahabat juga mengetahui betapa sedih hati Rasulullah sehingga mereka membebaskan  Abul 'As dan mengembalikan kalung tersebut kepada Zainab. 

"Abul 'As, engkau kami bebaskan kerana Zainab telah menebusmu. Namun izinkanlah Zainab tinggal bersama kami," pinta Rasulullah. Demi cintanya yang lebih besar kepada Allah, akhirnya Zainab memilih berpisah dengan suaminya. 
Meski telah berpisah, doa Zainab untuk sang suami tidak pernah putus. Setiap malam ia bermunajat agar Allah Swt membukakan pintu hati suaminya untuk memeluk Islam.
Setelah bertahun-tahun berpisah, akhirnya Allah menjawab kesetiaan Zainab. Rasulullah pun kembali menikahkan keduanya setelah Abul 'As bersyahadat. Sayangnya, masa bahagia itu tidak berlangsung lama. Pada tahun kedelapan hijriah, Zainab menderita sakit dan meninggal dunia. 
KETABAHAN RUQAYYAH
Putri kedua Rasulullah saw ini, nasibnya sungguh kurang beruntung. Ketika usianya menginjak remaja, keluarga Abdul Uzza yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Lahab, meminang Ruqayyah untuk putra mereka yang bernama Uthbah. Berbeda dengan Zainab, keduanya menikah bukan atas dasar cinta kasih, melainkan karena kesamaan derajat. 
Setelah menikah, Ruqayyah tinggal bersama mertuanya, Umu Jamil yang kasar dan tamak. Meski setiap hari mendapat perlakuan buruk dari mertuanya, Ruqayyah tidak pernah menceritakannya kepada Rasulullah. Namun, Allah Swt Maha Tahu apa yang terjadi pada setiap hamba-Nya. Rasulullah kemudian menerima wahyu dari Allah bahwa Umi Jamil dan Abu Lahab adalah orang yang paling memusuhi Islam. Apalagi kemudian mereka membujuk Uthbah untuk menceraikan Ruqayyah.                                     
Setelah bercerai dari Uthbah, Rasulullah saw menikahkan Ruqayyah dengan Utsman bin Affan. Dakwa kaum muslimin yang semakin mendapat tekanan membuat Rasulullah merelakan umatnya hijrah ke Habasyah dan Ruqayyah bersama suamianya termasuk dalam rombongan yang hijrah itu. 
Dari pernikahannya dengan Utsman, Ruqayyah memiliki dua orang putra tapi keduanya meninggal ketika masih bayi. Setelah kematian ibu dan putra bungsunya yang masih berusia dua tahun, Ruqayyah merasa sangat sedih. Kesedihan itu membuat kesehatannya menurun dan Ruqayyah pun meninggal dengan tenang di pangkuan suaminya. Waktu itu, perang Badar tengah berlangsung dengan sengit. Dialah putri pertama Rasulullah saw yang meninggal dunia. Kepergian Ruqayyah membuat Rasulullah sangat sedih dan hal itu juga membuat para sahabat ikut menangis, termasuk Umar bin Khattab yang terkenal garang. 
KESABARAN UMU KULTSUM
Umu Kultsum adalah putri Rasulullah saw yang menikah dengan Utaybah bin Abu Lahab sebelum ayahnya diangkat menjadi rasul. Setelah mendengar kabar kenabian Muhammad, Abu Lahab meminta putranya membatalkan pernikahannya dengan Umu Kultsum. Maka, Umu Kultsum pun menjadi janda sebelum dia sempat menikmati masa indahnya pernikahan. Khadijah dengan sabar menghibur putrinya yang merasa sangat terpukul. Waktu itu, pembatalan pernikahan merupakan hal yang sangat memalukan, terutama untuk calon istri. Namun dengan mantap, Umu Kultsum bersama saudara dan ibunya memeluk Islam. Dia menjanda sampai ibunya meninggal dunia. 
Tidak berselang lama, Ruqayyah menyusul ibu mereka meninggal dunia. Sepeninggal Ruqayyah, Rasulullah kemudian menikahkan Umu Kultsum dengan Utsman. Sayangnya, kebahagiaan itu tidak berumur panjang. Belum sempat dikaruniai anak, Umu Kultsum menderita sakit dan meninggal dunia. Hal ini membuat Utsman merasa sangat terpukul hingga Rasulullah  berujar, "Kalau saja aku punya 10 anak perempuan, aku akan menikahkannya dengan Utsman." 
KEMULIAAN FATIMAH AZ-ZAHRA
Fatimah lahir bersamaan dengan terjadinya peristiwa yang menampilkan kecerdasan Rasulullah ketika memecahkan masalah perebutan siapa yang berhak meletakkan Hajar al-Aswad di antara para pemimpin Quraisy. Peristiwa itu terjadi lima tahun sebelum pengangkatan beliau sebagai Rasul. Nama panggilannya az-Zahra yang berarti cahaya atau bunga sesuai dengan keberadaannya yang selalu menjadi cahaya bagi keluarga. 
Ketika satu demi satu kakaknya menikah, Fatimah merasa sedih karena takut akan mengalami hal yang sama dengan kakak-kakaknya. Dia sangat mencintai ayah dan ibunya sehingga tidak ingin meninggalkan keduanya. 
Fatimah kecil pula yang menjadi saksi ketika ayahnya pulang dengan tubuh menggigil ketika pertama kali menerima wahyu. Ia menyaksikan bagaimana sang ibu menyelimuti tubuh ayahnya yang menggigil ketakutan itu . 
Sejak ibunya meninggal dunia, Fatimahlah yang mengurusi semua keperluan ayahnya. Fatimah laksana ibu bagi ayahnya, Itu pula sebabnya Fatimah mendapat sebutan Umu Abiha, yang artinya, ibu ayahnya. 
Ketika ayahnya disakiti saat berdakwah, Fatimah membersihkan luka sang ayah sambil menangis. Fatimah kemudian menikah dengan Ali dan hidup dalam kesederhanaan. Banyak sekali kisah tentang kehidupan pasangan ini yang meski sederhana tapi selalu ikhlas membantu siapa saja yang membutuhkan. 
Suatu hari, Rasululah yang sedang sakit membisikkan sesuatu ke telinga Fatimah. Ketika membisikkan di telinga kanannya, Fatimah menangis. Tapi kemudian ia tersenyum ketika Rasulullah saw membisikkan sesuatu di telinga kirinya. 
"Apa yang membuatmu menangis lalu tersenyum, Fatimah?" tanya Aisyah. 
"Aku tidak akan memberitahukan sebelum Rasulullah wafat," jawab Fatimah. 
Setelah Rasulullah meninggal dunia, Aisyah kembali menanyakan hal tersebut dan Fatimah menjawab, " Aku menangis ketika Rasulullah memberitahu bahwa aku akan segera menyusul beliau meninggal. Dan aku tersenyum karena aku adalah orang yang pertama menemani beliau di surga."
Hanya berselang 150 hari setelah Rasulullah wafat, Fatimah pun menyusul. Fatimah meninggal dunia dalam usia 28 tahun dengan meninggalkan empat orang anak; Hasan, hussain, Zainab dan Umu Kultsum. 


foto ilustrasi : Google images


2 komentar:

  1. aku baru kali ini baca cerita ttg putri Rasulullah lainnya. makasi yaa mba

    liadjabir.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 mba... terimakasih juga sudah berkenan mampir yaaa

      Hapus