Pages

Rabu, 30 Desember 2015

Yerussalem, Satu Kota Tiga Agama

Meski merupakan kota suci bagi tiga agama besar di dunia, tapi kota ini selalu dilanda konflik dan peperangan. Tidak ada tempat yang aman terutama bagi anak-anak.

Kota Yerussalem dengan Masjidil Aqsha dan Dome of  The Rock yang dikelilingi Tembok Ratapan (foto : Ade Nur Sa'adah)
Cuaca lumayan dingin saat saya berada di kota ini. Yerussalem menjadi destinasi yang paling penting dalam perjalanan hidup saya. Melihat bagaimana orang-orang beribadah sesuai keyakinan masing-masing.
Yerussalem sebuah kota yang indah dan terletak di Bukit Yudea. Kota ini termasuk kota paling tua yang ada di muka bumi karena sudah dihuni sejak 9000 tahun sebelum Masehi. Dari kota ini pula, banyak Nabi yang memulai dakwahnya, salah satunya Nabi Ibrahim As yang datang ke Yerussalem 1950 tahun sebelum Masehi. Jejak Nabi Ibrahim As masih bisa ditemukan di Masjid Hebron, masjid yang beliau didirikan setelah membangun Kakbah di Mekkah. Di Masjid ini terdapat makam tiga Nabi,  Nabi Ibrahim As, Nabi Yaqub As dan Nabi Ishak As. Terdapat pula makam Sarah, istri Nabi Ibrahim As dan Ribka, istri Nabi Ishak As.  
Masjid ini menjadi saksi kebiadaban Israel saat membantai puluhan umat Islam yang sedang menunaikan salat subuh, 21 tahun yang lalu.
Selain ketiga Nabi tersebut, Nabi Sulaiman As juga membangun istananya, Haikal Sulaiman di kota ini. Orang-orang Yahudi percaya kalau Tembok Ratapan adalah sisa-sisa reruntuhan dari Haikal Sulaiman.
Masjid Hebron 
Selama lebih dari 3500 tahun, kota Yerussalem berulangkali mengalami penaklukan oleh berbagai bangsa dan Tembok Ratapan pun tak pelak menjadi bagian penting yang dipertikaikan. Masa yang paling gelap terjadi ketika Yerussalem berada di bawah kekuasaan Byzantium yang kejam hingga Khalifah Umar bin Khattab membebaskan tanah ini dan umat Islam serta umat Nasrani merasa aman beribadah. 
Namun, sejak negara Israel berdiri tahun 1967, bangsa Yahudi mulai menguasai Tembok Ratapan yang oleh umat Islam disebut Tembok Al Buraq, karena meyakini di tembok itulah Rasulullah Saw menambatkan kuda bersayap bernama Buraq dalam peristiwa Isra Mikraj. . Sejak itu pula, permusuhan antara bangsa Yahudi dan umat Muslim  terjadi, sampai saat ini.
Gerbang memasuki Kompleks Masjidil Al Aqsha (Foto : Ade Nur Sa'adah)
Masjidil Aqsha dan Dome  of  The Rock
Banyak orang yang menyangka kalau bangunan berkubah emas itu adalah Masjidil Aqsha yang sangat bersejarah. Padahal, itu adalah Qubah Sakhra atau Kubah Batu atau yang lebih populer dengan nama Dome of the Rock. Ketika Rasulullah Saw akan terbang saat Mikraj, beliau menginjak sebuah batu dan batu itu seolah hendak terbang mengikuti Rasulullah Saw yang pergi meninggalkan bumi, kembali ke Mekkah. 
Saat saya berkunjung ke sana, Dome of the Rock sedang mengalami perbaikan. Di dalam bangunan ini terdapat mihrab Rasulullah Saw dan banyak  yang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk menunaikan salat di tempat ini, termasuk saya. 
Menunaikan salat di Dome of the Rock (Foto : Ade Nur Sa'adah)
Mihrab Rasulullah Saw
Dome  of  the Rock (foto ; Ade Nur Sa'adah)
Masjidil Aqsha sendiri berdiri di dalam kompleks yang sama. Bangunannya lebih sederhana dari Doom of Rock dan berkubah hijau. Ini adalah masjid para Nabi yang pertama kali dibangun oleh Nabi Adam As setelah beliau membangun Masjidil Haram. Tapi seiring waktu, masjid ini hancur dan kemudian dibangun kembali oleh Nabi Daud As dan Nabi Sulaiman As. Di masjid ini pula Rasulullah Saw menerima perintah salat dari Allah Swt, subhanallah. 
Masjidil Aqsha (foto: Ade Nur Sa'adah)

Bagian dalam Masjidil Aqsha (Foto: Ade Nur Sa'adah)
Haikal Sulaiman di Tembok Ratapan
Kompleks Masjidil Aqsha itu sendiri dibentengi oleh tembok memanjang yang salah satu sisinya di sebut Tembok Ratapan. Setiap hari, ribuan umat Yahudi dari seluruh dunia, datang memanjatkan doa di tempat ini. Bahkan ada yang mengatakan kalau facebook terinspirasi dari tembok ini mengingat pendirinya, Mark Zuckerberg adalah seorang Yahudi. Bagi umat Yahudi yang tidak dapat berdoa secara langsung di tembok ini dapat mengirimkan doa yang ditulis dalam sebuah kertas lalu diselipkan di celah-celah dinding yang disebut kvtelach. 
Orang Yahudi meyakini kalau tembok ini adalah reruntuhan dari Haikal Sulaiman dan mereka selalu berusaha menghancurkan Masjidil Aqsha yang berada di balik tembok ini. Hal inilah yang terus menjadi perjuangan umat Islam di dunia, terutama yang bermukim di Palestina.  
tembok ratapan di Yerusalem (foto : Ade Nur Sa'adah)


Umat Yahudi sedang berdoa di Tembok Ratapan (foto : Ade Nur Sa'adah)

Satu keluarga Yahudi usai memanjatkan doa di Tembok Ratapan (foto : Ade Nur Sa'adah) 
Setelah mampir ke Gereja Navitivy, tempat suci umat Kristen, saya juga berkesempatan berziarah ke makam seorang ikon sufi perempuan yang saya kagumi, Rabiah al-Adawiyah. Makam ahli tasawuf ini terletak di Bukit Tur, Yerussalem yang selalu dikunjungi banyak peziarah. Selain makam di Bukit Tur, masyarakat Irak juga mengklaim kalau makam Rabiah juga berada di Bashrah, tempat kelahirannya. Masih di Yerussalem,  terdapat makam sahabat Rasulullah Saw, Salman al Farisi. Beliau adalah pengatur strategi perang yang cerdas dengan siasat penggalian parit pada perang Khandaq. Ini benar-benar merupakan perjalanan terbaik yang memberi banyak hikmah buat saya. Semoga saya bisa datang ke kota para Nabi ini lagi. Amiin...

Makam Rabiah al Adawiyah di Bukit  Tur, Yerussalem (Foto: Ade Nur Sa'adah)
Makam Salman Al farisi (Foto : Ade Nur Sa'adah)




6 komentar:

  1. Subhanallah, perjalanan yang indah Bu. Semoga suatu saat saya Juga Bisa menginjakkan kaki kesana :)

    BalasHapus
  2. Amiin.... terima kasih sudah berkenan mampir ya bu.

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah ade di beri kesempatan ke sn.bolak bali umroh dan berhaji..namun kak ira dan kel blm kesampaian ke sn.pingin sekali melengkapi ibadah umroh dng perjalanan lengkap di ketiga masjid tsb secara bersamaan....
    Smg allah memberi kesempatan bagibkita semua utk kembali dan kembali lagi berziarah sambil membesarkan syiar dng mengunjungi tempat2 para nabi2 kita yg di cintai allah swt....
    Berbahagialaah ade sdh ke sn yaaa
    Makasih tulisannya deee..menginspirasi banyak org...alhamdulillah..barakallah ade

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin kak... ini adalah perjalanan waktu umrah 2011, dan rasa rindu yang begitu besar membuat ade ingin menuliskannya kembali. semoga Allah memberi kelapangan rezeki dan waktu buat kita untuk bisa berziarah ke sana lagi ya kak... Amiin

      Hapus
  4. Alhamdulillah ade di beri kesempatan ke sn.bolak bali umroh dan berhaji..namun kak ira dan kel blm kesampaian ke sn.pingin sekali melengkapi ibadah umroh dng perjalanan lengkap di ketiga masjid tsb secara bersamaan....
    Smg allah memberi kesempatan bagibkita semua utk kembali dan kembali lagi berziarah sambil membesarkan syiar dng mengunjungi tempat2 para nabi2 kita yg di cintai allah swt....
    Berbahagialaah ade sdh ke sn yaaa
    Makasih tulisannya deee..menginspirasi banyak org...alhamdulillah..barakallah ade

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus