Pages

Sabtu, 19 Desember 2015

Syiar Online

Banyak cara untuk menebar kebaikan, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial. 

Pemanfaatan media sosial juga menjadi pilihan para tokoh ulama untuk menyampaikan syiar. Tidak hanya membuat mereka lebih dekat dengan umat tapi pesan yang mereka sampaikan juga bisa diterima oleh kalangan yang lebih luas. “Pesan yang disampaikan di media sosial terutama twitter juga bisa membuat kita lebih interaktif,” ujar Yusuf Mansyur yang termasuk dalam daftar 100 orang dengan jumlah follower terbanyak di Indonesia.
Ustaz yang mengusung semangat bersedekah ini secara rutin menyampaikan syiar tentang dahsyatnya sedekah diselingi zikir dan wirid untuk ketenangan hati. Salah satu tweet yang banyak diretweet ulang followersnya adalah,” Jangan pendekkan siang dengan dosa dan jangan panjangkan malam dengan tidur.” Saat ini jumlah follower pemilik akun @Yusuf_Mansyur hampir menembus angka satu juta lima ratus  follower.

Syiar lewat media sosial juga ditempuh dai kondang Abdullah Gymnasiar lewat akun @aagym. Ustaz yang dikenal dengan ceramahnya yang menyejukkan hati ini selalu mengajak 1 juta dua ratus  ribu followersnya agar senantiasa istiqomah. “Kebaikan itu meninggalkan sinar di wajah, cahaya di hati, keluasan rezeki, kekuatan fisik dan kecintaan dalam hati orang. Sedangkan kejahatan mengakibatkan kegelapan di wajah, di kubur dan di hati, kelemahan di badan dan kekurangan rezeki (yang berkah),” pesan Aa Gym.

Nama Felix Siauw semakin dikenal sejak dia aktif bersyiar di akun @felixsiauw. Meski seorang mualaf namun ustaz yang satu ini sangat memegang kuat prinsip Islam dalam berbagai pesannya. Ia termasuk ustaz yang melarang keras pacaran sebelum menikah. Lewat buku “ Udah, Putusin Aja!” yang merupakan kumpulan tweetnya,  Felix mengingatkan hampir para followersnya akan mudarat berpacaran. “Datangilah ayahnya bukan putrinya bila benar engkau lelaki, jangan berani maksiat lalu lari #UdahPutusinAja.”

Syiar on Youtube
Tidak hanya memanfaatkan akun twitter, banyak pula ustaz yang memilih men-share kegiatan dakwahnya di Youtube. Ustaz Ahmad Alhabsyi, salah satunya. “Saya sangat merasakan manfaat berdakwah di media sosial. Karena dunia maya itu kan tidak ada batasannya. Beda kalau berdakwah di suatu tempat tentu hanya orang yang ada di tempat itu saja yang bisa mendengarkan dakwah kita. Sedangkan media sosial memiliki jangkauan yang lebih luas. Jadi sangat efektif buat dakwah saya,” ujar ustaz yang dikenal dengan aksen Arab Betawi-nya yang khas.
Ustaz yang populer karena unggahannya ceramahnya di Youtube adalah Nur Maulana. Cara berdakwahnya yang unik membuat ustaz asal Makassar ini  cepat dikenal masyarakat. “Saya nggak masalah disebut sebagai Ustaz Alay atau apapun itu yang dikatakan orang terhadap saya. Bagi saya yang terpenting masyarakat bisa menerima apa yang saya sampaikan. Semuanya demi syiar Islam,” ujar Ustaz Maulana sambil mengibaskan syal yang tersampir di lehernya, salah satu kekhasan dari penampilannya.
Unggahan video dakwah lainnya yang bisa diakses di Youtube adalah kumpulan dakwah Mamah Dedeh. Ustazah yang memiliki nama asli Dedeh Rosyidah Syarifuddin ini dikenal dengan ceramah yang disampaikan secara blak-blakan tapi mengena di hati. Meski setiap hari mengisi acara dakwah di televisi, tapi unggahan video dakwah dari alumni Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri ( kini Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah) ini tetap ditonton ribuan orang. “Berdakwah itu kan bisa dilakukan dengan media apa saja yang penting pesannya bisa sampai. Kalau Mamah, dakwahnya di televisi, berarti pesannya bisa diterima mereka yang menyaksikan tayangan Mamah,” ujar ustazah yang selalu menjadikan Al Qur’an dan hadis sebagai solusi setiap curhat yang disampaikan masyarakat padanya.
Media sosial memang pilihan cerdas untuk penyampaian pesan yang lebih luas, termasuk berdakwah. 




foto : google images







Tidak ada komentar:

Posting Komentar