Pages

Minggu, 20 Desember 2015

Pak Pos Yang Kurindukan

Teknologi dalam berkomunikasi saat ini  tidak hanya bisa menjadi media bersilaturahim tapi juga merenggangkan hubungan yang sudah terjalin.
Beberapa tahun lalu, suara bel pak pos merupakan bunyi yang paling merdu. Terutama bagi yang sedang menantikan surat dari kekasih hati. Bahkan hingga suara bel sepeda pak pos itu berganti dengan klakson motornya yang berwarna jingga, kehadiran sang pengantar surat ini tetap ditungu-tunggu.
Zaman berganti. Kini, jarang orang yang datang ke kantor pos untuk berkirim kabar pada kerabatnya yang jauh. Anak-anak era digital saat ini pun lebih memilih mengirim kabar lewat pesan singkat di ponsel maupun surat elektronik di gadget mereka. Tidak ada lagi anak perempuan yang memiliki hobi mengoleksi kertas surat yang bergambar lucu maupun mengumpulkan perangko. Teknologi yang semakin canggih memang memudahkan koneksitas bahkan dengan orang-orang di berbagai belahan dunia. Sayangnya, teknologi juga membuat kualitas silaturahim menjadi berkurang maknanya.

Orang memberi apresiasi tidak lagi dengan kata-kata yang tulus melainkan cukup dengan emoticon jempol. Memberi support maupun ungkapan sayang berganti lambang pelukan. 
Dulu, banyak orang yang meluangkan waktu untuk membuat kartu lebaran dan mengirimkannya lewat pos. Kini ucapan lebaran, ulang tahun dan momen-momen istimewa lainnya cukup disampaikan lewat pesan singkat maupun broadcast BBM. Tidak perlu memikirkan kata-kata apa yang ingin dituliskan, karena bisa copy paste dari postingan orang lain.  So simple but meaningless.
Kedatangan pak pos bukan lagi untuk mengirimkan surat dari sahabat pena atau pacar, melainkan membawa paket barang atau surat tagihan. Tidak ada lagi anak-anak yang menuliskan kolom hobi dengan korespondensi atau mengoleksi kertas surat dan perangko. 
Buat generasi kekinian yang menganggap eksistensi di dunia maya adalah segala-galanya,   kalian pasti tidak tahu bagaimana rasanya  menerima surat dari orang yang kalian sayangi.  Rasa gregetnya tentu berbeda dengan saat kalian menerima sms maupun wa apalagi broadcast di bbm. Karena surat itu bisa kalian simpan di tempat yang khusus dan membacanya berkali-kali, apalagi saat sedang sendiri dan merasa sepi. 
Kalian juga akan merasa menjadi orang yang paling bahagia ketika menerima poscard dari teman yang sedang jalan-jalan ke luar negeri. Rasanya, tentu jauh lebih berarti ketimbang melihat postingan foto-fotonya di facebook dan instagram. Masihkah, menganggap hidup di zaman 80-an itu kuno dan tidak menyenangkan? 


foto : google images



3 komentar:

  1. Aku masih sering ketemu pak pos kalau nganterin paketan dari belanja online :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa.... karena ngirim paket pakai pos jauh lebih murah dibanding tiki dan jne.. :)

      Hapus
    2. iyaaa.... karena ngirim paket pakai pos jauh lebih murah dibanding tiki dan jne.. :)

      Hapus