Pages

Kamis, 17 Desember 2015

Ketika Si Tulang Rusuk Menjadi Tulang Punggung

Islam tidak pernah melarang perempuan bekerja, sebagaimana firman Allah Swt yang berbunyi, “ ... Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan,” (Q.S. An-Nisa : 32). Begitupun, Islam juga tetap memberi batasan. 
Meski sudah ada yang  menjamin nafkahnya, bukan berarti perempuan tidak boleh bekerja di luar rumah. Bahkan Islam juga memberi peluang kepada perempuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Namun,  perempuan juga harus terikat dengan ketentuan Allah terutama dalam hal memilih pekerjaan yang sesuai dengan kodratnya. 
Berbeda dengan laki-laki yang memang memiliki kewajiban untuk menafkahi anak dan istri, pekerjaan bagi perempuan sejatinya lebih untuk membantu perekonomian keluarga bukan sebagai tulang punggung. Artinya, kewajiban utama perempuan tetap  sebagai istri dan ibu. Perempuan  tidak boleh menghalalkan segala cara dan segala kondisi dalam bekerja.
"Perempuan  juga tidak boleh meninggalkan kewajiban utamanya di dalam keluarga  dengan alasan waktunya sudah habis untuk bekerja atau dia sudah capek bekerja sehingga tidak mampu lagi untuk mengerjakan yang lain. Maka dari itu, perempuan yang mendapat amanah bekerja di luar rumah juga harus pandai membagi waktu antara pekerjaan dan tugasnya dalam mengurus keluarganya,” ujar Mamah Dedeh dalam sebuah tausiahnya.
Menurut Mamah Dedeh,  justru perempuan yang berperan ganda itu sangat mulia di mata Allah, karena di satu sisi dia bertanggungjawab untuk tugasnya di tempatnya bekerja dan di sisi lain dia juga memiliki tanggungjawab terhadap keluarganya.
 “Laki-laki belum tentu bisa melakukan apa yang dilakukan oleh perempuan. Bahkan ada perempuan yang harus mengerjakan pekerjaan rumah dulu,memasak dan mencuci  sebelum ke kantor dan pulangnya harus belanja dan memasak lagi, membantu anaknya mengerjakan tugas sekolah. Laki-laki belum tentu bisa seperti ini. Surga adalah balasan bagi perempuan yang ikhlas berperan ganda.”
Manajemen Waktu
Sesungguhnya, kunci perempuan bekerja itu adalah bagaimana dia bisa mengatur waktunya dengan baik. Meski sebagian pekerjaan rumah sudah dialihkan kepada asisten rumah tangga, namun semua kendali tetap ada di tangan seorang Ibu.
Ketika Allah Swt menetapkan tugas pokok seorang Ibu itu sebagai pengatur rumah tangga, Allah Swt juga menetapkan seperangkat syariat agar tugas tersebut dapat terselengara dengan baik. “Seperangkat syariat itu di antaranya berkaitan dengan jenis pekerjaan yang sesuai untuk perempuan. Selain itu, syariat tersebut juga mengatur agar pekerjaan yang dipilih tidak menjadi penghalang dalam  menjalankan ibadah dan mengurusi keluarga,” Mamah Dedeh menambahkan.
Bukan sedikit perempuan yang kebablasan dalam mengejar karier. Ada yang rela menunda kehamilan sampai dia mendapatkan posisi yang diinginkan. Pekerjaan yang dilakukan akan menjadi ladang amal jika dilakukan dengan ikhlas dan proporsional. Islam tidak pernah menghambat karier seorang perempuan selama perempuan tersebut menjalankannya dengan berimbang, antara karier, rumah tangga dan ibadah.
Hal yang tidak kalah penting bagi seorang perempuan yang bekerja di luar rumah adalah izin dari suami. Kalau suami tidak mengizinkan dengan alasan yang sesuai dengan syariat agama dan suami menjamin kebutuhan istrinya tersebut, maka bekerja di rumah adalah piihan yang terbaik.  Banyak  perempuan yang sukses berkarir dari rumah salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas internet.
“Sekali lagi, perempuan yang memilih bekerja di luar rumah juga harus pintar dalam menentukan skala prioritas. Jangan sampai anak-anak terabaikan gara-gara sibuk bekerja.”

Bekerja di luar rumah bagi perempuan saat ini bukan lagi merupakan pilihan tapi sudah menjadikan keharusan. Besarnya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi menuntut suami dan istri harus bersama-sama mencari nafkah. Bahkan, tidak sedikit pula keadaan yang menempatkan si tulang rusuk ini harus menjadi tulang punggung keluarganya. Bergembiralah para perempuan karier, karena setiap tetes keringat yang diniatkan untuk keluarga akan mendapat reward langsung dari Allah Swt.  

foto : google images

Tidak ada komentar:

Posting Komentar