Pages

Selasa, 15 Desember 2015

Ketika Maaf Tak Sempat Terucap... (5 Tanda Kematian)

Banyak kisah kematian yang datang tiba-tiba dan menimbulkan duka mendalam bagi yang ditinggalkan. Jangankan pesan terakhir, bahkan kata maaf pun tak sempat terucap...

Kabar meninggalnya salah seorang warga di perumahan tempat saya tinggal, benar-benar mengagetkan kami, para tetangganya. Selain kepergiannya tiba-tiba, beberapa dari kami, bahkan ada yang sempat mengobrol dengan almarhum pada pagi harinya. Almarhum yang bekerja di sebuah media nasional itu mengalami kecelakaan ketika pulang dari tempatnya bekerja. Pak Kom Kom, begitu beliau biasa kami sapa,  tertabrak kereta api, tak jauh dari kantornya. Innalillahi wa inna Ilaihi roojiun. 
Istri almarhum bercerita kalau dia sama sekali tidak memiliki firasat atas kepergian suaminya. Dia bahkan belum sempat meminta maaf atas semua kesalahannya selama menjadi istri. 
Teman saya Henny juga mengalami duka yang tak kalah mengiris hati. Ketika suaminya pamit pergi bekerja, dia bahkan lebih memilih meneruskan pekerjaannya di dapur. Tidak ada cium tangan dan pipi, karena hal itu memang tidak menjadi  kebiasaan mereka. 
"Waktu dia pamit, aku cuma bilang iya dari dapur dan minta dia menutup pintu rumah dan pagar," kata Henny terisak. Jangankan permintaan maaf, Henny bahkan tak sempat melihat senyum terakhir sang suami. Hanya berselang beberapa jam setelah suaminya pamit bekerja, Henny menerima telepon dari teman sekantor suaminya yang mengabarkan suaminya meninggal karena serangan jantung.
5 Tanda Kematian
Meski kematian termasuk perkara yang dirahasiakan Allah, namun bukan mustahil Allah memperlihatkan tanda-tanda kematian tersebut kepada seseorang yang akan meninggal dunia. Hanya saja, ada yang merasakannya dan tidak sedikit pula yang mengabaikannya. 
Menurut beberapa ulama, Allah telah memberi tanda-tanda kematian itu sejak 100 hari sebelum ajal datang menjemput. Ini adalah tanda pertama dari Allah dan hanya akan disadari oleh hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. 
1. Tanda itu berupa getaran di seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ke ujung kaki seperti menggigil yang dirasakan selepas waktu ashar. Bagi hamba yang merasakan pertanda itu, biasanya akan memanfaatkan sisa usia yang ada dengan mengumpulkan bekal untuk  kepulangannya kelak.
2.Tanda berikutnya diberikan Allah pada 40 hari sebelum kematian. Tanda ini berupa denyutan pada bagian pusar yang dirasakan sesudah waktu ashar. Pada saat itu, daun yang bertuliskan nama kita akan gugur dan malaikat Izrail akan mengambilnya dan mulai mengikuti kita sepanjang sisa usia kita. Sesekali dia akan memperlihatkan wajahnya namun hal itu tentu saja tak pernah kita sadari. 
3.Tujuh hari sebelum ajal datang menjemput, biasanya orang yang sakit dan tidak mau makan, tiba-tiba berselera  untuk makan dan mulai memperlihatkan hal di luar kebiasaannya. 
4.Sedangkan pada tiga hari sebelum kematian, akan terasa denyutan di bagian tengah dahi. Beberapa ulama menyarankan jika kita merasakan hal seperti ini sebaiknya berpuasa sehingga perut kita tidak mengandung najis dan memudahkan orang yang akan memandikan jenazah kita. Masya Allah...
Ulama lain mengatakan bahwa tiga hari sebelum kematian, biji mata tidak bersinar lagi dan bagi orang yang sakit, hidungnya perlahan mengerut dan berubah menjadi lebih mancung, telinganya layu dimana bagian ujungnya mengerut ke dalam serta telapak kakinya lemas dan sulit ditegakkan. 
5. Sesudah ashar, sehari sebelum berpulang, akan terasa denyutan di bagian belakang kepala yang menandakan bahwa tidak ada kesempatan untuk mendapatkan ashar di esok hari. 
Dan... tibalah waktu yang telah ditentukan. Kita akan merasa sejuk di bagian pusar hingga ke tulang sulbi lalu turun ke pinggang dan seterusnya naik ke tenggorokan. Pada saat ini, hendaklah terus mengucapkan kaliamat syahadat dan berdiam menanti kedatangan Izrail yang akan menjemput kita kembali kepada Allah Swt. Innalillahi wa inna ilaihi roojiun. Namun, tidak semua orang mendapatkan pertanda seperti ini. Semoga kita, termasuk di antara hamba yang diberi kenikmatan akan tanda-tanda kematian. Amiin... 


 foto : Stefano Romano
Sumber : tausyiah Islami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar