Pages

Sabtu, 19 Desember 2015

Ikhtiar Menjemput Rezeki

“ Berpagi-pagilah dalam mencari rezeki dan kebutuhan hidup karena sesungguhnya di dalam pagi hari itu terkandung berkah dan keberhasilan.” (HR Ibnu Adi)

Bekerja merupakan bagian dari ikhtiar yang diwajibkan Allah Swt kepada semua hamba-Nya. Ikhtiar sendiri berasal dari kata khair yang artinya baik. Secara pemahaman, ikhtiar adalah berusaha sungguh-sungguh disertai doa kepada Allah agar usaha yang dilakukan membuahkan hasil sesuai yang diharapkan.
Setiap keberhasilan adalah bagian dari usaha yang kita perbuat. Jika usaha itu kecil maka kecil pula hasilnya dan jika usaha itu besar maka hasil yang didapat pun besar. Bekerja dengan sungguh-sungguh menjadi  penentu yang membedakan keberhasilan yang diraih seseorang. A.F. Jaelani dalam bukunya yang berjudul Membuka Pintu Rezeki menuliskan bahwa bekerja adalah sarana yang paling penting agar orang dapat menikmati hidupnya. Bekerja itu pahit akarnya, tetapi manis buahnya. Apabila kita belum pernah merasakan kesusahan maka kita tidak mungkin dapat merasakan arti keberhasilan dan kemenangan yang sesungguhnya.
Earl Nightiangle, seorang motivator asal California mengisahkan perjalanan bersama  anaknya menelusuri karang yang membentang dari Irian hingga Australia. Ia memperhatikan pertumbuhan karang-karang di sepanjang 1800 mil itu dan melihat kenyataan bahwa karang yang tumbuh di bagian dalam jurang warnanya pucat seakan mati.  Sedangkan yang tumbuh di bagian luar jurang, terbentang di laut lepas, terkena badai, terhempas angin, menahan paparan sinar matahari dan terpaan hujan justru memancarkan warna yang segar, cerah dan tumbuh dengan indah.
Karena penasaran, penulis buku-buku motivasi best seller itu pun bertanya kepada pemandu perjalanannya tentang perbedaan besar karang yang tumbuh di dalam dan di luar jurang. Pemandu itu menjawab, “ Karang yang tumbuh di bagian dalam jurang di tepi laut yang tenang tidak mendapat rangsangan untuk bertahan hidup. Berbeda halnya dengan karang yang tumbuh di bagian luar jurang yang harus mengalami hempasan-hempasan ombak laut lepas. Hal itu membuat karang-karang itu terus tumbuh untuk mempertahankan hidupnya.”Belajar dari karang-karang yang tumbuh di lautan itu, manusia juga harus berani menghadapi berbagai aral dan rintang untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Let’s Do It!

Ikhtiar  adalah tindakan paling nyata untuk merealisasikan segala keinginan dalam hidup. Allah Swt memang telah menentukan takdir seseorang saat meniupkan ruhnya. Tapi takdir bisa diubah dengan usaha yang sungguh-sungguh dan Allah Swt menjamin hal itu. Sebagaimana firman Allah Swt di dalam Al Qur’an surat Ar-Ra’d ayat 11 yang berbunyi,” Sesunguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada diri mereka.”
Orang yang ingin mendapatkan rezeki haruslah berikhtiar dengan bekerja dan itu adalah sunnatullah. Islam sangat mendorong umatnya giat bekerja untuk mendapatkan rezeki yang halal dan sangat membenci segala bentuk kemalasan.
“Ikhtiar juga tidak boleh setengah-setengah. Orang yang ulet adalah orang yang sungguh-sungguh dan tidak mudah menyerah. Tidak mudah patah semangat dan memiliki kemauan yang keras. Kebanyakan orang yang saat ini kita lihat berhasil dalam hidup dan pekerjaannya adalah orang yang bekerja lebih keras dari yang lain,” ujar Mamah Dedeh.
Bagi orang yang bermental ulet, tidak ada pekerjaan yang tidak dapat dikerjakan.  Orang yang ulet juga tidak suka mencari alasan untuk memaklumi kelengahannya. Sesungguhnya, bekerja itu adalah terapi untuk kesehatan fisik dan mental. Bekerja diyakini memberi kekuatan baru di saat seseorang itu berani menyelesaikan tugas demi tugas. “Kalau tidak berikhtiar dan bekerja, jangan berharap mendapat hasil yang sama dengan orang yang bekerja lebih gigih. Ini kerjanya 50 masak mau dapat hasil yang sama dengan orang yang kerjanya 100,” Mamah Dedeh menambahkan.
Lebih lanjut dalam tausiahnya,  Mamah Dedeh menegaskan tentang prinsip Doa, Usaha, Ikhtiar dan Tawakkal (DUIT) dalam mencapai tujuan yang maksimal dan diberkahi Allah Swt.
“Allah menyukai pekerjaan yang dilakukan terus menerus walaupun pekerjaan itu kecil atau sedikit.” (HR Bukhari dan Muslim)

It's not as Easy as saying “Voila”!

Bagi orang yang berpikiran positif selalu menyakini bahwa tidak ada hal yang mustahil untuk diraih, setinggi apapun itu. Ikhtiar! Itulah password-nya. Agar keyakinan semakin kuat, buanglah semua rasa takut, ragu-ragu dan rasa tidak percaya diri. Percaya pada diri sendiri adalah modal terbesar yang harus dimiliki semua orang. Kalau kita tidak percaya pada diri sendiri bagaimana orang lain bisa percaya pada kita.
Menanamkan kepercayaan pada diri sendiri memang tidak semudah mengucapkan “sim salabim” atau segampang membalikkan telapak tangan. Namun kepercayaan dan keyakinan bisa memiliki kekuatan yang yang tak terbayangkan. Pepatah menyebutkan bahwa kekuatan kepercayaan dan keyakinan bisa memindahkan gunung. Bahkan Rasulullah Saw juga mengingatkan dalam sabdanya, “ Kesabaran adalah setengah dari keimanan sedangkan keyakinan adalah keimanan seluruhnya.”
Percaya pada hasil-hasil besar merupakan kekuatan tak tampak di balik kesuksesan karya-karya besar para maestro. Percayalah, yakinlah bahwa kita bisa, maka insyaallah kita akan bisa. Berpikir menang adalah awal dari kemenangan itu sendiri demikian pula sebaliknya. Banyak orang yang bertalenta besar tapi berakhir sia-sia karena kurangnya usaha untuk merealisasikannya. Bisa dilihat bagaimana Tukul Arwana dan Soimah berhasil mematahkan paradigma bahwa seorang host harus berpenampilan intelek dan berwawasan luas. Meski tidak sedikit cemoohan ditujukan pada mereka tapi nama keduanya telah menjadi ikon kesuksesan wong ndeso menaklukkan kaum metropolis.
Bagi orang yang sedang berusaha meraih cita-cita, momok yang paling menakutkan  adalah rasa takut akan kegagalan. Padahal, perasaan takut itu dapat mematikan efektivitas kerja. Kesalahan terbesar adalah memilih menyerah sebelum menunjukkan kemampuan yang  dimiliki. Tak ubahnya kalah sebelum bertanding. Percaya, yakin, ikhtiar, and... go! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar