Pages

Rabu, 16 Desember 2015

Bersuamikan Pecandu Games

Sebuah penelitian menyebutkan kalau kecanduan games sama berbahayanya dengan kecanduan seks. Nah, bagaimana kalau yang mencandu itu suami sendiri? 
Milka (32 tahun) tak habis-habisnya mengeluhkan kelakuan suaminya, Dito (35 tahun) yang sangat suka  bermain games online. Apalagi untuk hal itu, bukan hanya waktu yang terbuang sia-sia, saking besarnya ketergantungan Dito pada games online yang sedang dimainkannya, dia juga tak segan-segan menghabiskan uang untuk membeli materi games. “Dia suka merasa gemas kalau permainannya terhenti karena kehabisan energi, sehingga dia pun rela menggunakan kartu kredit untuk membelinya,” keluh Ibu tiga anak yang kini merasa kesabarannya sudah sampai pada puncaknya.
Milka juga mengaku kalau  sejak suaminya tergila-gila dengan games online, dia merasa jadi tidak mengenal suaminya lagi. “Bagaimana tidak  kesal, dia sekarang asyik dengan dunianya sendiri. Ke kamar mandi, bawa gadget, mau tidur main games dulu, bahkan yang paling parah, setiap lampu merah dia manfaatin juga buat main games.”
Menurut Milka, perubahan sikap suaminya itu sudah dia sampaikan kepada mertua dan saudara iparnya. “Bahkan dia sudah buat perjanjian di depan keluarga besarnya bahwa dia akan mengurangi ketergantungannya pada games, tapi tetap saja dia tidak mampu menahan diri untuk tidak main games online, meski sebentar saja,” ujar karyawati sebuah bank swasta ini dengan kesal.

Bahaya Tersembunyi

Ilmuwan Autralia yang tergabung dalam Psychological Society Australia mengategorikan orang yang kecanduan internet ke dalam golongan DSM IV atau Diagmostik Manual dan Statistik Gangguan Mental. Diagnostik tersebut termasuk orang-orang yang kecanduan dengan smarthphone, seperti penggunaan komputer tablet maupun desktop serta game online.
Fenomena ini sudah banyak melanda banyak negara selama satu dekade terakhir ini , di mana akses internet semakin  murah dan kian banyak munculnya smartphone.
Mike Kyrios dari Swinburne University of Technology, mengatakan bahwa  penelitian ini memungkinkan para profesional kesehatan mendiagnosis orang-orang ( terutama anak-anak) dengan perilaku adiktif akibat penggunaan teknologi yang berlebihan sehingga dapat menemukan pengobatan yang tepat.
Sedangkan  psikolog Emil Hodzic yang kerap menangani klien  yang kecanduan games online menjelaskan, "tanda yang paling khas dari kecanduan ini adalah gejala penarikan diri, sehingga ekspresi marah atau frustasi akan muncul ketika ia tidak bisa bermain.”
Kecanduan internet dan games online kini telah menjadi fenomena sosial karena berkaitan pula dengan dampaknya terhadap kesehatan jiwa, terutama  pada anak-anak. Tak tanggung-tanggung, sebuah penelitian bahkan secara gamblang menyebutkan kecanduan game hampir sama dengan kecanduan seks maupun narkoba. Karena sebagian besar  para pecandu games telah kehilangan beberapa fungsi kesadaran dan ketergantungan ini jua  bisa merusak beberapa syaraf otak pengendali kesadaran. 
Bagi para orang tua atau orang dewasa yang kecanduan game online dan tidak mampu melepaskan kecanduan tersebut, solusinya terakhirnya adalah konseling psikologi untuk melepaskan ketergantungannya bermain game.
Terapi Sederhana Mengatasi Kecanduan Games


1. Kenali Pemicunya

Jika ketertarikan bermain game karena alasan butuh hiburan dan menghilangkan stres, pilihan yang tepat adalah hang-out bersama keluarga .

2. Perbanyak Kegiatan 
Banyak aktivitas membuat kesempatan bermain games jadi berkurang. Sehingga keinginan bermain games juga ikut  berkurang.

3. Ubah Pola Kebiaasaan Online
Mengubah pola kebiasaan online dengan mengurangi frekwensinya.Karena kegiatan apapun,  suatu saat pasti akan menemui titik jenuh, termasuk bermain games online. 

4. Atur Ulang Jadwal Rutinitas
Kecanduan bermain  games online membuat seseorang jadi tidak memiliki jadwal yang teratur dalam hidupnya.  Cobalah untuk membuat sebuah catatan  dan ajak suami untuk mengatur ulang kehidupannya.

5. Niat Yang Kuat 
Langkah di atas akan percuma jika tidak ada niat dan tekad dari dalam diri kita masing-masing. Niat saja tidak ada artinya jika tidak diiringi dengan sikap tegas .

Dorongan dan motivasi orang-orang terdekat, terutama Anda, sebagai isteri, akan sangat membantu proses suami berhenti bermain game online. Ingatkan padanya, jangan mau diatur sama games...




foto ilustrasi : google images

Tidak ada komentar:

Posting Komentar