Pages

Minggu, 18 Oktober 2015

Tadabbur # Tamasya

Banyak jalan dalam memaknai kebesaran Allah Swt, salah satunya dengan bertadabbur. 

Sebuah kisah yang diriwayatkan Ibn Hibban menyampaikan  bahwa suatu hari Ubaid bin Umar dan Atha’ menemui Aisyah ra untuk belajar tentang Islam. Ubaid berkata, “Wahai Aisyah, sampaikanlah kepada kami sesuatu yang mengagumkan dari kehidupan Rasulullah Saw.” Mendengar permintaan itu, Aisyah menangis. Setelah tangisnya reda, Aisyah menceritakan bagaimana Rasul beribadah dan bertadabbur di malam hari.

Tadabbur artinya memahami dan merenungkan makna untuk kemudian menjadikannya sebagai pelajaran. Tadabbur bisa dilakukan dengan memahami ayat suci Alquran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari seperti yang biasa dilakukan oleh Rasulullah Saw. Tadabbur juga bisa dilakukan dengan meresapi kekuasaan Allah lewat alam semesta yang disebut tadabbur alam. Tadabbur ayat dan tadabbur alam sama-sama bernilai ibadah. Keduanya memotivasi untuk mengaktualisasikan diri sebagai hamba yang pandai bersyukur.

Banyak sejali pelajaran yang bisa didapatkan dari alam semesta. Lihatlah bagaimana Allah menjamin rezeki seekor burung dan menentukan nasib sehelai daun yang gugur terhampar ke tanah. Semut jalan beriring menciptakan formasi yang indah tanpa pernah bertabrakan. Allah telah mengaturnya sedemikian dengan Maha Sempurna.

"…orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali 'Imraan, 3:190-191)
Belajar Dari Sebutir Kurma
Allah telah menciptakan beragam ciptaan yang tak terhitung jumlahnya untuk direnungkan. Segala sesuatu yang kita saksikan dan rasakan di langit, di bumi dan segala sesuatu di antara keduanya adalah perwujudan dari kesempurnaan penciptaan oleh Allah  yang patut untuk direnungkan, sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. An-Nahl : 16),  "Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." 

Pohon kurma tumbuh dari sebutir biji di dalam tanah. Berawal dari biji yang ukurannya tak lebih dari 1 sentimeter, muncul sebuah pohon besar setinggi  4-5 meter dengan berat ratusan kilogram. Satu-satunya sumber bahan baku yang dapat digunakan oleh biji ini ketika tumbuh dan berkembang menjadi sebuah pohon besar ini adalah tanah tempat biji tersebut berada.  Semua biji-bijian di muka bumi ini ada dalam pengetahuan Allah dan tumbuh berkembang karena Ilmu-Nya yang tak terbatas.

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkah tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). (QS. Al-An'aam, :59).

Masih dalam surat yang sama Allah berfirman, “ Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? (QS. Al-An'aam, :95)


Bertadabbur dengan alam, tidak hanya menumbuhkan rasa syukur tapi juga mempertebal keyakinan pada kebesaran Allah Swt. Menyampaikan rasa cinta pada Allah bisa dilakukan dengan menjelajah bumi Allah karena di bumi-Nya yang luas terhampar beragam  pengetahuan dan hikmah.  
        Tadabbur alam tidak sama dengan tamasya. Maknanya bukan hanya sekadar jalan-jalan menikmati pemandangan alam, tapi jauh lebih dalam. Alam adalah sekolah yang luas dimana manusia bisa belajar banyak hal, mulai dari hakikat kehidupan hingga menjaga harmoni dengan makhluk Allah lainnya.



ilustrasi : dokumen pribadi dan google images




Tidak ada komentar:

Posting Komentar