Pages

Selasa, 20 Oktober 2015

Life Doesn't Begin at 40 Any More ! Inilah 10 Muslimah Yang Mendunia di Usia Belia

Ada pepatah yang menyebutkan kalau kehidupan sebenarnya dari seseorang itu dimulai saat memasuki usia 40 tahun. Namun, tidak sedikit orang yang menemukan jati dirinya di usia yang masih sangat belia seperti 10 muslimah berikut ini.
Sara el Debuch, aktris Italia, seorang muslimah asal Syria (Stefano Romano)
Ribuan tahun silam, mungkin belum ada orang yang peduli dengan pentingnya pendidikan. Tapi tidak demikian halnya Fatimah al-Fihri, putri seorang saudagar kaya dari  Kairouan, Tunisia yang bermigrasi ke Maroko. Sejak remaja, Fatimah telah mendedikasikan hidupnya untuk berbagi dengan sesama. Ketika ayahnya meninggal dunia, Fatimah menggunakan harta peninggalan ayahnya untuk mendirikan Masjid Qarawiyyin di Fes, Maroko. Sedangkan adiknya, Mariam, membangun Masjid Andalusia di kota yang sama.
            Fatimah tidak mau kalau masjid hanya digunakan untuk kegiatan ibadah saja,  tapi juga harus menjadi pusat pendidikan. Beberapa tahun berselang, tepatnya pada  859 Masehi, berdirilah Universitas Qarawiyyin yang masih berdiri kokoh hingga saat ini, ribuan tahun sesudahnya.
Universitas al-Qarawiyyin (google images)
Bila Fatimah pada waktu itu hanya memikirkan dirinya semata dengan warisan berlimpah dari ayahnya, mungkin sampai saat ini tidak ada orang yang mengenang nama Fatimah al-Fihri sebagai muslimah yang mendirikan universitas tertua di dunia. Dedikasi yang sama juga dilakukan 10 muslimah berikut ini. Let’s check it out!



1.   Malala Yousafzai (17 Tahun)- Peraih Nobel Termuda

Meski peluru tentara Taliban menembus kepalanya, namun tidak mampu menyurutkan perjuangannya agar anak-anak di Pakistan mendapatkan pendidikan yang layak.
Kelahiran  Mingora, Pakistan,  12 Juli 1997 ini sudah menjadi target Taliban sejak dia dengan berani berpidato di Peshawar bahwa Taliban tidak boleh  mengambil haknya dalam mendapatkan pendidikan. Pada 9 Oktober 2012, seorang pria menembak Malala dalam jarak dekat saat ia sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah.  Penembakan itu menyebabkan Malala kritis dan harus menjalani pengobatan di Birmingham, Inggris, tempat dia kini menetap.  Pada Oktober 2014 lalu, Malala menerima hadiah Nobel Perdamaian dan tercatat sebagai pemenang Nobel termuda dalam sejarah.

2.   Bashaer Othman (17 Tahun) – Walikota Termuda
Pernahkah terbayang bagaimana seorang remaja berusia 15 tahun memimpin sebuah kota? Itulah yang dilakukan Bashaer, yang diberi kepercayaan menjabat sebagai walikota di Allar, sebuah kota kecil yang terletak di bagian utara tepi barat Palestina.
        Bashaer adalah anak muda Palestina pertama yang mengenyam Yesark Youth Program (YYP) yang dilaksanakan di seluruh Palestina. Program YYP ini memberi kesempatan bagi anak-anak muda Palestina untuk terlibat dalam kegiatan pemerintah lokal di Palestina. Bashaer dilantik menjadi Walikota Allar pada 2 Juli 2012 dan jabatannya berakhir pada 21 September 2012

3.Noor Tagouri (19 Tahun) - News Anchor Berhijab Pertama di Amerika
Bukan hal mudah untuk seorang muslim bisa  tampil sebagai pembaca berita di televisi Amerika, apalagi dia mengenakan hijab. Tapi Noor tidak putus asa dan terus berusaha mewujudkan impiannya menjadi seorang pembaca berita pertama yang tampil berhijab. Bagi Noor, setiap orang berhak untuk mewujudkan mimpinya. Berbekal semangat dan rasa percaya diri yang tinggi pula, kini Noor menjadi pembaca berita di ABC News.

4. Eqbal As’ad (20 Tahun)- Dokter Termuda Di Dunia 
  Kisah hidup pengungsi Palestina dari Lembah Bekaa, Lebanon ini memang berbeda dari anak perempuan lainnya. Menyelesaikan pendidikan dasar di usianya yang masih 7 tahun, membuat pemerintah Qatar memberinya beasiswa sehingga bisa meraih gelar dokter di usia 20 tahun. Guinness Book of World Records kemudian mencatat namanya sebagai dokter termuda di dunia. Lulusan dari Weil Cornell Medical Collage di Qatar ini bercita-cita ingin membuka klinik di kampung halamannya di Bekaa.
 


 5.Bahiya Mansour al-Hamad (22 Tahun)-Juara Dunia Menembak
Memulai debutnya pada ajang Olimpiade di London, 2012, perempuan kelahiran 21 Juni 1992 ini dengan cepat mencuri perhatian. Tidak hanya karena hijab yang dikenakannya tapi juga kemampuan menembaknya yang mengagumkan. Atas prestasinya, pembawa bendera di Olimpiade London ini mendapat penghargaan Best Female Athlete of The Year 2011 – 2012 oleh  Qatar Olympic Committee 
6.  Mamuna Farooq (27 Tahun), Peraih British Muslim Award Termuda

Setelah menyisihkan lebih dari 10.000 pesaingnya, pengacara di Wills, Estates & Trust ini berhasil meraih penghargaan bergengsi British Muslims Awards 2013.
Mamuna adalah pemenang penghargaan termuda di acara yang memilih sosok muslim yang berprestasi dari berbagai kalangan.  Mamuna dinominasikan atas dedikasinya mempertahankan nilai-nilai Islam  dalam menjalankan profesinya sebagai seorang pengacara. Dia telah menjadi anggota aktif dari sebuah komunitas Muslim di Swansea di usianya yang masih sangat muda. 
 
7.Hadia Tajik (31 Tahun), Menteri Termuda di Norwegia
Mengawali kariernya sebagai wartawan, perempuan kelahiran Strand, Norwegia, 18 Juli 1983 ini kemudian memutuskan aktif di dunia politik. Setelah menyelesaikan pendidikan jurnalistiknya di Universitas KingstonInggris, Tajik menekuni bidang hukum di  Universitas Oslo. Tajik yang pernah memimpin Pergerakan Pekerja Muda ini kemudian bekerja sebagaipenasihat Menteri Kehakiman Norwegia, Knut Storberget sebelum akhirnya terpilih sebagai anggota parlemen dari Partai Buruhmewakili Oslo pada 2009. Karier Tajik semakin melesat ketika Perdana Menteri Jens Stoltenberg mengangkatnya sebagai Menteri Kebudayaan. Sejarah pun mencatat nama Tajik sebagai muslimah pertama yang dipercaya menjadi menteri di Norwegia.
8.Tawakkul Karman (35 Tahun), Perempuan Arab Pertama Peraih Nobel

Mendapat julukan “Ibu Revolusi”, dalam perlawanan massa terhadap rezim otoriter Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, Karman akhirnya berhasil memenangkan Nobel Perdamaian pada 2011. Dua tahun kemudian Karman memutuskan menyumbangkan semua  uang yang dia terima sebagai pemenang nobel, sebesar $ 500.000 untuk rakyat Yaman, terutama keluarga para syuhada yang gugur selama pemberontakan. 
 
 
9.Mariam al-Mansouri  (36 Tahun),  Perempuan Arab Pertama Menjadi Pilot Pesawat Tempur 

Perempuan yang dijuluki “Lady Liberty” ini, kini menjadi kebanggaan perempuan Arab atas keberaniannya menjadi pilot pesawat tempur yang berjuang memberantas ISIS. Peraih Mohammed bin Rasyid of Medal atas kontribusinya bagi negara ini, juga berharap pilihannya menjadi pilot pesawat tempur bisa mematahkan stigma terhadap perempuan Arab selama ini.

10.Maryam Mirzakhani (37 Tahun), Perempuan Iran Pertama Peraih Fields Medal

Mulai dikenal dunia setelah memenangkan medali emas di Olimpiade matematika Internasional 1994 di Hongkong dan Olimpiade Matematika Internasional 1995 di Toronto dengan nilai sempurna. Pada 2014, peraih PhD dari Harvard ini dianugerahi Fields Medal, semacam Nobel untuk penemuan di bidang matematika, atas kontribusinya pada dinamika dan geometri permukaan Riemann beserta ruang-ruang modulnya. Dia adalah perempuan sekaligus orang Iran pertama yang memenangkan penghargaan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar