Pages

Minggu, 18 Oktober 2015

Healthy Lifestyle Around The World

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjalankan pola hidup sehat. Termasuk  gaya hidup sehat yang dilakukan masyarakat di berbagai belahan dunia. Yuk, kita cari tahu...
Jumat malam (16/10) lalu, saya menyaksikan acara Kick Andy yang temanya sangat menggelitik hati saya, "Dulu, Aku Pernah Gemuk". Tayangan tersebut menampilkan dua narasumber yang berhasil menurunkan berat badan secara ekstrim, dari 140 kilogram menjadi 70 kilogram dan 95 kilogram menjadi 52 kilogram hanya dengan mengubah pola makan mereka. 

Tya Subijakto, komponis muda berbakat yang pernah memiliki berat badan 90 kilogram menurunkan berat badannya dengan 5 No : 1. No Nasi 2. No Minyak 3.No Gorengan 4. No Gula  (1 lagi saya lupa... karena keburu takjub dengan perubahan drastis penampilan baru Tya. Rampinnnng banget!
Memiliki tubuh sehat dan prima merupakan dambaan hampir semua orang tidak peduli  darimana pun asalnya. Masing-masing negara umumnya memiliki gaya hidup sehat yang lahir dari kebiasaan. Seperti halnya masyarakat Indonesia yang terbiasa minum jamu untuk menjaga stamina dan masyarakat Eropa yang memilih sehat dengan menjaga pola makan.

Kaum perempuan di Eropa cenderung memiliki habit yang baik soal kesehatan. Selain lebih suka berjalan kaki dan bersepeda, mereka juga lebih memilih menggunakan bahan alami untuk mengolah makanan dan minuman. Bagaimana dengan masyarakat belahan dunia lainnya? Let’s go to around the world ..!

Jepang
Kita mengawali penjelajahan ini dari negeri matahari terbit, Jepang. Masyarakat Jepang  lebih senang mengonsumsi makanan segar dan tanpa bahan pengawet. Jika belanja, mereka lebih memilih bahan makanan yang  langsung dikonsumsi pada  hari itu saja. Itu pula yang membuat mereka tetap sehat meskipun  memiliki kebiasaan minum minuman beralkohol seperti bir dan sake. Terbukti umur orang Jepang termasuk paling panjang di dunia.

Kebiasaan baik lainnya, orang Jepang suka makan banyak ikan, buah-buahan segar dan minum teh hijau. Mereka selalu menyantap makanan dengan perlahan sehingga membuat tingkat obesitas dan risiko terkena penyakit jantung pada penduduk Jepang tergolong rendah.
Arab
Berbeda dengan Jepang yang lebih mengutamakan sayur dan buah untuk menjaga kesehatan, masyarakat Arab justru merasa bahwa mereka jauh lebih sehat jika banyak mengonsumsi daging. Rahasia sehat mereka bukan terletak pada dagingnya, melainkan pada rempah-rempah yang digunakan dalam mengolah daging sapi, domba maupun unta.
        Jintan hitam yang merupakan bumbu utama dipercaya oleh masyarakat Arab baik untuk kesehatan ginjal dan hati. Bumbu lainnya, seperti kapulaga juga bermanfaat melancarkan pencernaan dan merileksasi otot tubuh yang tegang. 
Turki
Secara turun temurun, masyarakat Turki selalu menjaga tradisi sarapan sehat dan berkumpul bersama keluarga. Sarapan pokok tradisional masyarakat Turki terdiri dari sayuran, buah zaitun, madu dan teh. Beberapa bahan makanan lainnya yang umum ditemukan dalam hidangan sarapan antara lain, mentimun, tomat, feta cheese, French bread, telur dan sucuk (sosis domba pedas).


        Tidak hanya menjaga asupan makan yang sehat, Masyarakat Turki yakin kalau dengan meluangkan  waktu sarapan untuk berbincang dan bercanda bersama ini juga bisa mempererat hubungan antara anggota keluarga dan berpengaruh pada kesehatan jiwa. Selain itu, orang Turki juga senang mengemil kacang chestnuts, pistachio dan walnuts, dimana kacang-kacang tersebut kaya serat dan mengandung asam lemak sehat Omega-3 dan bisa menurunkan kolesterol.

India
Seperti halnya Masyarakat Arab,  orang India juga memasak makanan mereka dengan berbagai bumbu alami dan memiliki manfaat tersendiri bagi kesehatan. Orang India suka menggunakan bumbu dan rempah-rempah yang kaya nutrisi, seperti  jintan, kunyit, merica dan ketumbar. Ada juga daun mint, kemangi serta daun ketumbar yang merupakan  herbal yang kaya akan antioksidan, vitamin dan mineral.
        India juga dikenal dengan pengobatan tradisional yang sudah berusia ribuan tahun, seperti akupuntur, yoga, meditasi dan ramuan herbal yang berdampak baik bagi penyembuhan suatu penyakit. Masyarakat India percaya pada karma sehigga mereka selalu beursaha berpikir dan bertindak positif.
China
Masyarakat Cina secara turun temurun memiliki teknik masak kukus dan goreng oseng yang yahut.  Makanya , makanan Cina jarang yang manis-manis karena mereka sadar  kalau gula itu bisa memicu cukup banyak penyakit, mulai dari kegemukan hingga penyakit diabetes. Sebagai makanan penutup juga cenderung menggunakan buah musiman. Makanan bebas gula adalah rahasia kecantikan dan kesehatan dari Cina.
Afrika Selatan
Jika masyarakat Asia percaya pada khasiat teh hijau, hampir di seluruh penjuru Afrika Selatan lebih memilih mengonsumsi teh rooibos.  Selain manis alami sehingga tidak perlu pemanis tambahan, kebiasaan minum teh ini juga mampu mendongkrak metabolisme dan meningkatkan pembakaran lemak.
Mesir
Masyarakat Mesir sangat merekomendasikan minyak almond untuk menjaga kesehatan mereka. Selain berkhasiat untuk kesehatan kulit, minyak almond juga bermanfaat mengurangi sembab pada mata dan mencegah kaki bengkak saat kelelahan.
Perancis
Masyarakat Perancis percaya kalau minum segelas lemon hangat mampu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Selain itu, lemon hangat juga berkhasiat membersihkan usus besar dan membantu menjaga berat badan tetap ideal. 
Switzerland
Saat  ini, masyarakat di Switzerland sedang menggandrungi powerberry juice yang merupakan campuran  anggur merah, jus lemon, stroberi Pure dari Italia, jus Aronia dari Polandia, apel dan jus wortel htam dari Swissw, jus bluberry dari Bulgaria dan jus blackcurrant  dari Austria ini kabarnya mampu merangsang sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan stamina.  

 ilustrasi : google images



Tidak ada komentar:

Posting Komentar