Pages

Rabu, 28 Oktober 2015

Mereka Memilih Tinggal Di Panti Jompo

Bagi masyarakat Indonesia, menitipkan orangtua di panti jompo merupakan hal yang sangat tidak pantas. Tapi ternyata banyak orangtua yang justru lebih memilih tinggal di panti jompo ketimbang di rumah anak sendiri.

Ketika saya masih menjadi jurnalis di Majalah NooR, saya pernah menulis tentang mereka yang memilih menghabiskan hari tua di panti jompo atau panti werdha. Saya melakukan wawancara kepada para oma dan opa yang tinggal di panti jompo milik pemerintah dan panti jompo premium. Hasilnya, sama saja. Para oma dan opa tersebut mengaku sangat menikmati tinggal di panti ketimbang di rumah anak mereka sendiri. 
Atas permintaan mereka, saya tidak menuliskan nama mereka yang sebenarnya, karena ingin menjaga perasaan anak mereka. 
Oma Sulastri (72 tahun) mengaku sudah lima tahun tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha yang terletak di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Perempuan yang berasal dari Semarang ini sangat menikmati hari tuanya di panti werdha. Selain dia tidak ingin merepotkan anaknya yang kehidupan ekonominya masih pas-pasan, kehidupan di panti juga membuatnya bersemangat. 
"Mbah emoh tinggal sama anak, udah nggak kuat momong cucu. Kasihan juga lihat anak mbah, anaknya banyak tapi gajinya suaminya kecil. Di sini lebih enak, banyak teman yang seumuran dan diajari buat kerajinan," kata Oma yang hampir semua giginya sudah tanggal. 
Menurut Oma Sulastri, kehidupan di panti juga mendekatkannya kepada Tuhan, karena selama berada di panti dia bisa belajar mengaji lagi bersama teman-teman yang seusia dengannya.
"Kalau mbah tinggal di rumah anak, belum tentu mba bisa belajar ngaji karena malu sama cucu." Oma tertawa geli. Garis bibirnya mengingatkan saya pada almahumah nenek saya. Tanpa sadar, saya memeluknya dengan ketat. 
Kegiatan di panti ini memang banyak sekali. Mulai dari belajar menjahit, menyulam, merajut, mengaji sampai belajar membaca. Hal ini yang membuat para oma dan opa menjadi tetap semangat dan tak sempat merasa bosan. 
Menolak Pikun
Berbeda dengan Oma Sulastri, Oma Happy (78 tahun) justru memilih tinggal di panti jompo karena ingin terus bermanfaat bagi sesama. Mantan sekretaris di perusahaan penerbangan milik Belanda ini mengaku bukan tipe orang yang bisa diam di rumah. 
"Saya ini biasa sibuk dan selalu punya aktifitas di luar rumah, kalau saya tinggal di rumah anak, saya pasti cepat bosan karena nggak ada yang bisa saya kerjakan," kata penghuni Sasana Tresna Werdha (STW), sebuah panti jompo premium yang terletak di kawasan Cibubur. 
Tinggal di panti jompo juga membuat Oma Happy selalu merasa happy karena berada di antara orang-orang yang seusia dengannya. "Saya merasa nyambung aja kalau ngobrol. Tapi kalau di rumah anak, saya merasa sepi dan asing karena cucu-cucu sudah punya kesibukan masing-masing dan bahasa mereka juga berbeda dengan bahasa saya yang sudah sepuh ini."
Banyaknya kegiatan di panti yang didirikan oleh Ibu Tien Soeharto ini membuat Oma Happy merasa tetap semangat dan terhindar dari kepikunan. Dia bahkan lebih sering berkomunikasi dengan bahasa Belanda dan  bahasa gaul di kala mereka muda. "Sebagian besar waktu saya, saya habiskan di kebun bersama teman-teman yang memang hobi berkebun. Kadang-kadang kami juga bermain scrabble untuk mencegah pikun."
Pilihan Terakhir
Bagi Oma Sulastri dan Oma Happy, tinggal di panti jompo mungkin lebih menjadi pilihan ketimbang tinggal di rumah anak. Kemandirian Oma Happy juga membuatnya tidak ingin tergantung pada anak. 
"Awalnya anak saya memang sempat menolak waktu saya minta tinggal di panti jompo. Mereka khawatir akan menjadi gunjingan orang karena dianggap menelantarkan saya. Tapi saya bilang ke anak saya, kalau kalian sayang dengan mami, biarkan mami tinggal di panti jompo. Di panti ini, mami masih memiliki teman-teman yang seusia dengan mami dan mami masih bisa bermanfaat bagi orang lain."
Kegiatan sosialisasi bagi para lansia memang sama pentingnya dengan latihan fisik. Menurut situs SeniorList.com, orang yang senang bergaul akan berdampak positif terhadap kondisi kesehatan dan kebahagiaan. Jika para lansia aktif bergaul, maka mereka akan merasa senang sehingga kecenderungan depresi karena kesepian menjadi rendah. 
Tapi bagaimanapun, menitipkan orangtua ke panti jompo tetap menjadi alternatif terakhir.  Islam sendiri sangat memuliakan para orangtua dan mewajibkan umatnya untuk menyayangi dan mengutamakan orangtua. Memang tidak dipungkiri kalau banyak anak yang mengajak orangtua tinggal bersama mereka untuk mengasuh cucu. Sementara mereka bekerja, orangtua di rumah dibebankan tanggungjawab mengerjakan pekerjaan di rumah, tak ubah layaknya asisten rumah tangga. Ada baiknya para anak menciptakan suasana rumah yang tidak membuat orangtua menjadi bosan dan kesepian. Selagi mereka masih bersama kita, manfaatkanlah setiap momen untuk membahagiakan mereka sebagaimana mereka dulu melakukan segala hal untuk membuat kita bahagia. 




ilustrasi : google images

Jumat, 23 Oktober 2015

Tak Harus Ke Negeri Cina (Tentang Mereka Yang Mendobrak Stigma)

Teknologi yang semakin canggih membuat siapa saja bisa belajar apa saja tanpa harus menjelajah dunia. Allah juga menjamin ganjaran pahala berlipat ganda bagi orang yang giat belajar.
Banyak orang berdalih bahwa menuntut ilmu itu mahal dan menyita waktu. Tapi alasan tersebut tidak berlaku untuk orang yang gigih dan pantang menyerah. Jika Allah sudah berkehendak siapa yang mampu mematahkannya? Termasuk ketika anak seorang supir angkot bisa menaklukkan kepongahan New York City. 
Iwan Setyawan menuliskan perjalanan hidupnya dari sebuah gang buntu di sudut kota Batu hingga berhasil mencetak sejarah. Laki-laki pemalu penulis novel best seller “Dari Kota Apel Ke The Big Apple”  adalah orang Indonesia pertama yang menjadi direktur sebuah perusahaan riset besar dunia.
Semangat Iwan yang besar  dan kebesaran jiwa orangtuanya  menjual angkot tua mereka sebagai biaya sekolah adalah aplikasi terbaik dari hakikat menuntut ilmu.
        
Islam mewajibkan umatnya menuntut ilmu tanpa membedakan ilmu agama dan ilmu umum lainnya karena sesungguhnya semua ilmu itu berasal dari Allah Swt. Dalam salah satu kisah yang  diriwayatkan oleh Ibnu Adi dan Baihaqi, Rasulullah Saw bersabda,”Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina”. Tapi dengan perkembangan teknologi saat ini, belajar bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, asalkan ada kemauan. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempelajari sesuatu, mulai dari browsing di internet, membaca bahkan berdiskusi.
Ketidakmampuan secara finansial juga bukan alasan untuk menghentikan semangat belajar. Sekali lagi, asalkan ada kemauan. Andrea Hirata tidak akan mampu kuliah di Sorbonne, Perancis,  jika mengharapkan penghasilan orangtuanya yang merupakan pegawai rendahan di perusahaan timah. Kisah perjalanannya mendapatkan tiket ke salah satu universitas paling bergengsi di dunia itu dia tuliskan di tetralogi “Laskar Pelangi” yang sangat fenomenal . Novel tersebut tidak hanya telah ditulis dalam berbagai bahasa tapi juga membuat kampung halamannya di Belitong menjadi populer.  
Anak muda lain yang tidak kalah inspiratif adalah Andri Rizki Putra, founder Yayasan Pendidikan Anak Bangsa (YPAB). Kemauannya yang kuat untuk belajar berhasil mengantarkannya lulus UMPTN meski dengan ijazah paket C.
Kekecewaannya pada lembaga pendidikan membuat Rizki dropout dari sekolah saat dia duduk di kelas 1 SMA dan memilih jalur unschooling. Berbeda dengan homeschooling, metode belajar unschooling tanpa lembaga dan pengawasan orangtua. Rizki belajar sendiri di rumah dengan membaca buku-buku bekas dari saudaranya. Setelah merasa dirinya siap, Rizki mengambil ujian paket C dengan sistem akselerasi. Pihak Diknas kemudian mengizinkannya mengikuti program tersebut dengan syarat Rizki harus mengikuti placement test yang berisi test akademik dan IQ. 
Untuk mengejar target tersebut, dia lalu belajar 22 jam sehari selama setahun hingga akhirnya mampu melampaui syarat ujian paket C di bawah 17 tahun. Rizki lulus dengan nilai tertinggi di usianya yang masih 16 tahun dan berhasil menembus SNMPTN di FH UI. 
Rizki berhasil mematahkan stigma tentang nasib anak yang DO dengan menjadi lulusan terbaik, termuda dan tercepat. Dia meraih gelar sarjana hanya dalam waktu 6 semester, dan Cum Laude!
Belajar adalah hal yang sangat mudah dilakukan jika ada kemauan. 






Kamis, 22 Oktober 2015

Antara Cinta Khadijah dan Kecemburuan Aisyah

Banyak riwayat yang mengisahkan betapa besarnya cinta Rasulullah Saw kepada Khadijah dan betapa besarnya cemburu Aisyah kepada Khadijah. Meski usia kedua perempuan ini terpaut jauh dengan Rasulullah Saw, tapi cinta mereka sama besarnya. 
Ketika menikah dengan Siti Khadijah, usia Rasulullah Saw baru 25 tahun dan Khadijah konon sudah berusia 40 tahun. Dalam tradisi Arab, seorang perempuan hanya boleh menunggu lamaran dari laki-laki. Namun Khadijah telah banyak menolak pinangan dari laki-laki yang ingin memperistrinya. Khadijah justru terpikat pada seorang pemuda yang bekerja padanya. Seorang laki-laki tampan dan berhati mulia serta dapat dipercaya. Lewat pendekatan yang dilakukan orang-orang kepercayaannya, akhirnya keduanya dipersatukan dalam ikatan pernikahan.

Dalam novel Khadijah The True Love Story Of Muhammad diceritakan bahwa pernikahan Khadijah dengan Muhammad  dilangsungkan setelah 2 bulan 15 hari Muhammad  kembali dari negeri Syam. Kehidupan Muhammad tiba-tiba berubah. Ia menikah dengan seorang perempuan terhormat yang cantik dan kaya. Kehilangan ibunya ketika masih kecil membuat Muhammad menemukan cinta seorang istri sekaligus kasih sayang seorang ibu pada diri Khadijah.

Kesabaran dan kebijaksanaan Khadijah diuji ketika Muhammad memilih menyendiri di Gua Hira hingga akhirnya beliau menerima wahyu dari Allah Swt. Khadijah pula orang pertama yang percaya pada apa yang disampaikan Muhammad ketika orang lain menganggap suaminya itu berdusta. Khadijah pula perempuan pertama yang memeluk Islam dan bersama-sama dengan Rasulullah Saw berjuang menyiarkan Islam di tengah hujatan, makian dan cercaan penduduk Arab. 

Cinta Rasulullah begitu besar pada Khadijah. Hanya Khadijah pula isteri Rasulullah Saw yang tidak memiliki madu. Meski Khadijah telah bertahun-tahun meninggal dunia, tapi Aisyah, salah seorang istri Rasulullah yang dinikahi setelah kepergian Khadijah, sangat cemburu pada Khadijah.

Kecemburuan Aisyah
Aisyah adalah  istri Rasulullah Saw yang paling cerdas dan menghafal banyak hadis serta menjadi rujukan bagi sahabat Rasulullah Saw. Usia yang muda ketika dinikahi Rasulullah, membuat Aisyah dikenal sangat manja dan pencemburu terutama kepada Khadijah yang ia tahu memiliki tempat tersendiri di hati suaminya.  

Banyak kisah romantis yang dituliskan tentang hubungan Rasulullah Saw dengan Aisyah. Begitu sayang dan cintanya Rasulullah Saw pada Aisyah hingga beliau memanggilnya dengan nama kesayangan “Humaira” yang artinya kemerah-merahan. Rasulullah Saw pernah berlomba lari dengan Aisyah dan selalu minta disisirkan rambutnya oleh Aisyah.

Perbedaan usia nyatanya bukan menjadi penghalang dalam menyatukan cinta. Rasulullah memperlakukan istri-istrinya dengan penuh kasih sayang. Khadijah hadir selama 25 tahun mendukung Rasulullah Saw dalam membangun basis Islam di Mekah dengan perjuangan yang sangat berat. Lalu Aisyah mendampingi selama 10 tahun dalam misi pembangunan konstitusi negara Madinah yang rumit dengan tantangan yang tak kalah beratnya. 

Kecemburuan Aisyah pada Khadijah sangat besar hingga ia pernah berkata,” Aku tidak pernah cemburu kepada istri-istri Rasulullah Saw kecuali pada Khadijah. Walaupun aku tidak pernah melihatnya, tetapi Rasulullah Saw selalu  menyebut namanya setiap saat.Ketika beliau memotong kambing, tak lupa beliau sisihkan dari sebagian daging tersebut untuk kerabat-kerabat Khadijah. Lalu  aku katakan, seakan-akan tidak ada perempuan  di dunia ini selain Khadijah. Beliau berkata, sesungguhnya dia telah tiada dan dari rahimnya aku dapat keturunan.”
Hal yang semakin menambah rasa cemburu Aisyah, setiap keluar rumah Rasulullah SAW  hampir selalu menyebut Khadijah dan memujinya. “Pernah suatu hari beliau menyebutnya sehingga aku merasa cemburu. Aku berkata, ‘Apakah tiada orang lagi selain perempuan  tua itu. Bukankah Allah telah menggantikannya dengan yang lebih baik?’

Lalu, Rasulullah marah hingga bergetar rambut depannya karena amarah dan berkata, ‘Tidak, demi Allah, tidak ada ganti yang lebih baik darinya. Dia percaya padaku di saat semua orang ingkar, dan membenarkanku di kala orang-orang mendustakanku, menghiburku dengan hartanya ketika manusia telah mengharamkan harta untukku. Dan Allah telah mengaruniaiku dari rahimnya beberapa anak di saat istri-istriku tidak membuahkan keturunan.’ Kemudian Aisyah berkata, ‘Aku bergumam pada diriku bahwa aku tidak akan menjelek-jelekannya lagi selamanya.”

Selasa, 20 Oktober 2015

Life Doesn't Begin at 40 Any More ! Inilah 10 Muslimah Yang Mendunia di Usia Belia

Ada pepatah yang menyebutkan kalau kehidupan sebenarnya dari seseorang itu dimulai saat memasuki usia 40 tahun. Namun, tidak sedikit orang yang menemukan jati dirinya di usia yang masih sangat belia seperti 10 muslimah berikut ini.
Sara el Debuch, aktris Italia, seorang muslimah asal Syria (Stefano Romano)
Ribuan tahun silam, mungkin belum ada orang yang peduli dengan pentingnya pendidikan. Tapi tidak demikian halnya Fatimah al-Fihri, putri seorang saudagar kaya dari  Kairouan, Tunisia yang bermigrasi ke Maroko. Sejak remaja, Fatimah telah mendedikasikan hidupnya untuk berbagi dengan sesama. Ketika ayahnya meninggal dunia, Fatimah menggunakan harta peninggalan ayahnya untuk mendirikan Masjid Qarawiyyin di Fes, Maroko. Sedangkan adiknya, Mariam, membangun Masjid Andalusia di kota yang sama.
            Fatimah tidak mau kalau masjid hanya digunakan untuk kegiatan ibadah saja,  tapi juga harus menjadi pusat pendidikan. Beberapa tahun berselang, tepatnya pada  859 Masehi, berdirilah Universitas Qarawiyyin yang masih berdiri kokoh hingga saat ini, ribuan tahun sesudahnya.
Universitas al-Qarawiyyin (google images)
Bila Fatimah pada waktu itu hanya memikirkan dirinya semata dengan warisan berlimpah dari ayahnya, mungkin sampai saat ini tidak ada orang yang mengenang nama Fatimah al-Fihri sebagai muslimah yang mendirikan universitas tertua di dunia. Dedikasi yang sama juga dilakukan 10 muslimah berikut ini. Let’s check it out!



1.   Malala Yousafzai (17 Tahun)- Peraih Nobel Termuda

Meski peluru tentara Taliban menembus kepalanya, namun tidak mampu menyurutkan perjuangannya agar anak-anak di Pakistan mendapatkan pendidikan yang layak.
Kelahiran  Mingora, Pakistan,  12 Juli 1997 ini sudah menjadi target Taliban sejak dia dengan berani berpidato di Peshawar bahwa Taliban tidak boleh  mengambil haknya dalam mendapatkan pendidikan. Pada 9 Oktober 2012, seorang pria menembak Malala dalam jarak dekat saat ia sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah.  Penembakan itu menyebabkan Malala kritis dan harus menjalani pengobatan di Birmingham, Inggris, tempat dia kini menetap.  Pada Oktober 2014 lalu, Malala menerima hadiah Nobel Perdamaian dan tercatat sebagai pemenang Nobel termuda dalam sejarah.

2.   Bashaer Othman (17 Tahun) – Walikota Termuda
Pernahkah terbayang bagaimana seorang remaja berusia 15 tahun memimpin sebuah kota? Itulah yang dilakukan Bashaer, yang diberi kepercayaan menjabat sebagai walikota di Allar, sebuah kota kecil yang terletak di bagian utara tepi barat Palestina.
        Bashaer adalah anak muda Palestina pertama yang mengenyam Yesark Youth Program (YYP) yang dilaksanakan di seluruh Palestina. Program YYP ini memberi kesempatan bagi anak-anak muda Palestina untuk terlibat dalam kegiatan pemerintah lokal di Palestina. Bashaer dilantik menjadi Walikota Allar pada 2 Juli 2012 dan jabatannya berakhir pada 21 September 2012

3.Noor Tagouri (19 Tahun) - News Anchor Berhijab Pertama di Amerika
Bukan hal mudah untuk seorang muslim bisa  tampil sebagai pembaca berita di televisi Amerika, apalagi dia mengenakan hijab. Tapi Noor tidak putus asa dan terus berusaha mewujudkan impiannya menjadi seorang pembaca berita pertama yang tampil berhijab. Bagi Noor, setiap orang berhak untuk mewujudkan mimpinya. Berbekal semangat dan rasa percaya diri yang tinggi pula, kini Noor menjadi pembaca berita di ABC News.

4. Eqbal As’ad (20 Tahun)- Dokter Termuda Di Dunia 
  Kisah hidup pengungsi Palestina dari Lembah Bekaa, Lebanon ini memang berbeda dari anak perempuan lainnya. Menyelesaikan pendidikan dasar di usianya yang masih 7 tahun, membuat pemerintah Qatar memberinya beasiswa sehingga bisa meraih gelar dokter di usia 20 tahun. Guinness Book of World Records kemudian mencatat namanya sebagai dokter termuda di dunia. Lulusan dari Weil Cornell Medical Collage di Qatar ini bercita-cita ingin membuka klinik di kampung halamannya di Bekaa.
 


 5.Bahiya Mansour al-Hamad (22 Tahun)-Juara Dunia Menembak
Memulai debutnya pada ajang Olimpiade di London, 2012, perempuan kelahiran 21 Juni 1992 ini dengan cepat mencuri perhatian. Tidak hanya karena hijab yang dikenakannya tapi juga kemampuan menembaknya yang mengagumkan. Atas prestasinya, pembawa bendera di Olimpiade London ini mendapat penghargaan Best Female Athlete of The Year 2011 – 2012 oleh  Qatar Olympic Committee 
6.  Mamuna Farooq (27 Tahun), Peraih British Muslim Award Termuda

Setelah menyisihkan lebih dari 10.000 pesaingnya, pengacara di Wills, Estates & Trust ini berhasil meraih penghargaan bergengsi British Muslims Awards 2013.
Mamuna adalah pemenang penghargaan termuda di acara yang memilih sosok muslim yang berprestasi dari berbagai kalangan.  Mamuna dinominasikan atas dedikasinya mempertahankan nilai-nilai Islam  dalam menjalankan profesinya sebagai seorang pengacara. Dia telah menjadi anggota aktif dari sebuah komunitas Muslim di Swansea di usianya yang masih sangat muda. 
 
7.Hadia Tajik (31 Tahun), Menteri Termuda di Norwegia
Mengawali kariernya sebagai wartawan, perempuan kelahiran Strand, Norwegia, 18 Juli 1983 ini kemudian memutuskan aktif di dunia politik. Setelah menyelesaikan pendidikan jurnalistiknya di Universitas KingstonInggris, Tajik menekuni bidang hukum di  Universitas Oslo. Tajik yang pernah memimpin Pergerakan Pekerja Muda ini kemudian bekerja sebagaipenasihat Menteri Kehakiman Norwegia, Knut Storberget sebelum akhirnya terpilih sebagai anggota parlemen dari Partai Buruhmewakili Oslo pada 2009. Karier Tajik semakin melesat ketika Perdana Menteri Jens Stoltenberg mengangkatnya sebagai Menteri Kebudayaan. Sejarah pun mencatat nama Tajik sebagai muslimah pertama yang dipercaya menjadi menteri di Norwegia.
8.Tawakkul Karman (35 Tahun), Perempuan Arab Pertama Peraih Nobel

Mendapat julukan “Ibu Revolusi”, dalam perlawanan massa terhadap rezim otoriter Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, Karman akhirnya berhasil memenangkan Nobel Perdamaian pada 2011. Dua tahun kemudian Karman memutuskan menyumbangkan semua  uang yang dia terima sebagai pemenang nobel, sebesar $ 500.000 untuk rakyat Yaman, terutama keluarga para syuhada yang gugur selama pemberontakan. 
 
 
9.Mariam al-Mansouri  (36 Tahun),  Perempuan Arab Pertama Menjadi Pilot Pesawat Tempur 

Perempuan yang dijuluki “Lady Liberty” ini, kini menjadi kebanggaan perempuan Arab atas keberaniannya menjadi pilot pesawat tempur yang berjuang memberantas ISIS. Peraih Mohammed bin Rasyid of Medal atas kontribusinya bagi negara ini, juga berharap pilihannya menjadi pilot pesawat tempur bisa mematahkan stigma terhadap perempuan Arab selama ini.

10.Maryam Mirzakhani (37 Tahun), Perempuan Iran Pertama Peraih Fields Medal

Mulai dikenal dunia setelah memenangkan medali emas di Olimpiade matematika Internasional 1994 di Hongkong dan Olimpiade Matematika Internasional 1995 di Toronto dengan nilai sempurna. Pada 2014, peraih PhD dari Harvard ini dianugerahi Fields Medal, semacam Nobel untuk penemuan di bidang matematika, atas kontribusinya pada dinamika dan geometri permukaan Riemann beserta ruang-ruang modulnya. Dia adalah perempuan sekaligus orang Iran pertama yang memenangkan penghargaan ini.

Minggu, 18 Oktober 2015

Healthy Lifestyle Around The World

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjalankan pola hidup sehat. Termasuk  gaya hidup sehat yang dilakukan masyarakat di berbagai belahan dunia. Yuk, kita cari tahu...
Jumat malam (16/10) lalu, saya menyaksikan acara Kick Andy yang temanya sangat menggelitik hati saya, "Dulu, Aku Pernah Gemuk". Tayangan tersebut menampilkan dua narasumber yang berhasil menurunkan berat badan secara ekstrim, dari 140 kilogram menjadi 70 kilogram dan 95 kilogram menjadi 52 kilogram hanya dengan mengubah pola makan mereka. 

Tya Subijakto, komponis muda berbakat yang pernah memiliki berat badan 90 kilogram menurunkan berat badannya dengan 5 No : 1. No Nasi 2. No Minyak 3.No Gorengan 4. No Gula  (1 lagi saya lupa... karena keburu takjub dengan perubahan drastis penampilan baru Tya. Rampinnnng banget!
Memiliki tubuh sehat dan prima merupakan dambaan hampir semua orang tidak peduli  darimana pun asalnya. Masing-masing negara umumnya memiliki gaya hidup sehat yang lahir dari kebiasaan. Seperti halnya masyarakat Indonesia yang terbiasa minum jamu untuk menjaga stamina dan masyarakat Eropa yang memilih sehat dengan menjaga pola makan.

Kaum perempuan di Eropa cenderung memiliki habit yang baik soal kesehatan. Selain lebih suka berjalan kaki dan bersepeda, mereka juga lebih memilih menggunakan bahan alami untuk mengolah makanan dan minuman. Bagaimana dengan masyarakat belahan dunia lainnya? Let’s go to around the world ..!

Jepang
Kita mengawali penjelajahan ini dari negeri matahari terbit, Jepang. Masyarakat Jepang  lebih senang mengonsumsi makanan segar dan tanpa bahan pengawet. Jika belanja, mereka lebih memilih bahan makanan yang  langsung dikonsumsi pada  hari itu saja. Itu pula yang membuat mereka tetap sehat meskipun  memiliki kebiasaan minum minuman beralkohol seperti bir dan sake. Terbukti umur orang Jepang termasuk paling panjang di dunia.

Kebiasaan baik lainnya, orang Jepang suka makan banyak ikan, buah-buahan segar dan minum teh hijau. Mereka selalu menyantap makanan dengan perlahan sehingga membuat tingkat obesitas dan risiko terkena penyakit jantung pada penduduk Jepang tergolong rendah.
Arab
Berbeda dengan Jepang yang lebih mengutamakan sayur dan buah untuk menjaga kesehatan, masyarakat Arab justru merasa bahwa mereka jauh lebih sehat jika banyak mengonsumsi daging. Rahasia sehat mereka bukan terletak pada dagingnya, melainkan pada rempah-rempah yang digunakan dalam mengolah daging sapi, domba maupun unta.
        Jintan hitam yang merupakan bumbu utama dipercaya oleh masyarakat Arab baik untuk kesehatan ginjal dan hati. Bumbu lainnya, seperti kapulaga juga bermanfaat melancarkan pencernaan dan merileksasi otot tubuh yang tegang. 
Turki
Secara turun temurun, masyarakat Turki selalu menjaga tradisi sarapan sehat dan berkumpul bersama keluarga. Sarapan pokok tradisional masyarakat Turki terdiri dari sayuran, buah zaitun, madu dan teh. Beberapa bahan makanan lainnya yang umum ditemukan dalam hidangan sarapan antara lain, mentimun, tomat, feta cheese, French bread, telur dan sucuk (sosis domba pedas).


        Tidak hanya menjaga asupan makan yang sehat, Masyarakat Turki yakin kalau dengan meluangkan  waktu sarapan untuk berbincang dan bercanda bersama ini juga bisa mempererat hubungan antara anggota keluarga dan berpengaruh pada kesehatan jiwa. Selain itu, orang Turki juga senang mengemil kacang chestnuts, pistachio dan walnuts, dimana kacang-kacang tersebut kaya serat dan mengandung asam lemak sehat Omega-3 dan bisa menurunkan kolesterol.

India
Seperti halnya Masyarakat Arab,  orang India juga memasak makanan mereka dengan berbagai bumbu alami dan memiliki manfaat tersendiri bagi kesehatan. Orang India suka menggunakan bumbu dan rempah-rempah yang kaya nutrisi, seperti  jintan, kunyit, merica dan ketumbar. Ada juga daun mint, kemangi serta daun ketumbar yang merupakan  herbal yang kaya akan antioksidan, vitamin dan mineral.
        India juga dikenal dengan pengobatan tradisional yang sudah berusia ribuan tahun, seperti akupuntur, yoga, meditasi dan ramuan herbal yang berdampak baik bagi penyembuhan suatu penyakit. Masyarakat India percaya pada karma sehigga mereka selalu beursaha berpikir dan bertindak positif.
China
Masyarakat Cina secara turun temurun memiliki teknik masak kukus dan goreng oseng yang yahut.  Makanya , makanan Cina jarang yang manis-manis karena mereka sadar  kalau gula itu bisa memicu cukup banyak penyakit, mulai dari kegemukan hingga penyakit diabetes. Sebagai makanan penutup juga cenderung menggunakan buah musiman. Makanan bebas gula adalah rahasia kecantikan dan kesehatan dari Cina.
Afrika Selatan
Jika masyarakat Asia percaya pada khasiat teh hijau, hampir di seluruh penjuru Afrika Selatan lebih memilih mengonsumsi teh rooibos.  Selain manis alami sehingga tidak perlu pemanis tambahan, kebiasaan minum teh ini juga mampu mendongkrak metabolisme dan meningkatkan pembakaran lemak.
Mesir
Masyarakat Mesir sangat merekomendasikan minyak almond untuk menjaga kesehatan mereka. Selain berkhasiat untuk kesehatan kulit, minyak almond juga bermanfaat mengurangi sembab pada mata dan mencegah kaki bengkak saat kelelahan.
Perancis
Masyarakat Perancis percaya kalau minum segelas lemon hangat mampu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Selain itu, lemon hangat juga berkhasiat membersihkan usus besar dan membantu menjaga berat badan tetap ideal. 
Switzerland
Saat  ini, masyarakat di Switzerland sedang menggandrungi powerberry juice yang merupakan campuran  anggur merah, jus lemon, stroberi Pure dari Italia, jus Aronia dari Polandia, apel dan jus wortel htam dari Swissw, jus bluberry dari Bulgaria dan jus blackcurrant  dari Austria ini kabarnya mampu merangsang sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan stamina.  

 ilustrasi : google images



Tadabbur # Tamasya

Banyak jalan dalam memaknai kebesaran Allah Swt, salah satunya dengan bertadabbur. 

Sebuah kisah yang diriwayatkan Ibn Hibban menyampaikan  bahwa suatu hari Ubaid bin Umar dan Atha’ menemui Aisyah ra untuk belajar tentang Islam. Ubaid berkata, “Wahai Aisyah, sampaikanlah kepada kami sesuatu yang mengagumkan dari kehidupan Rasulullah Saw.” Mendengar permintaan itu, Aisyah menangis. Setelah tangisnya reda, Aisyah menceritakan bagaimana Rasul beribadah dan bertadabbur di malam hari.

Tadabbur artinya memahami dan merenungkan makna untuk kemudian menjadikannya sebagai pelajaran. Tadabbur bisa dilakukan dengan memahami ayat suci Alquran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari seperti yang biasa dilakukan oleh Rasulullah Saw. Tadabbur juga bisa dilakukan dengan meresapi kekuasaan Allah lewat alam semesta yang disebut tadabbur alam. Tadabbur ayat dan tadabbur alam sama-sama bernilai ibadah. Keduanya memotivasi untuk mengaktualisasikan diri sebagai hamba yang pandai bersyukur.

Banyak sejali pelajaran yang bisa didapatkan dari alam semesta. Lihatlah bagaimana Allah menjamin rezeki seekor burung dan menentukan nasib sehelai daun yang gugur terhampar ke tanah. Semut jalan beriring menciptakan formasi yang indah tanpa pernah bertabrakan. Allah telah mengaturnya sedemikian dengan Maha Sempurna.

"…orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali 'Imraan, 3:190-191)
Belajar Dari Sebutir Kurma
Allah telah menciptakan beragam ciptaan yang tak terhitung jumlahnya untuk direnungkan. Segala sesuatu yang kita saksikan dan rasakan di langit, di bumi dan segala sesuatu di antara keduanya adalah perwujudan dari kesempurnaan penciptaan oleh Allah  yang patut untuk direnungkan, sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. An-Nahl : 16),  "Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." 

Pohon kurma tumbuh dari sebutir biji di dalam tanah. Berawal dari biji yang ukurannya tak lebih dari 1 sentimeter, muncul sebuah pohon besar setinggi  4-5 meter dengan berat ratusan kilogram. Satu-satunya sumber bahan baku yang dapat digunakan oleh biji ini ketika tumbuh dan berkembang menjadi sebuah pohon besar ini adalah tanah tempat biji tersebut berada.  Semua biji-bijian di muka bumi ini ada dalam pengetahuan Allah dan tumbuh berkembang karena Ilmu-Nya yang tak terbatas.

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkah tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). (QS. Al-An'aam, :59).

Masih dalam surat yang sama Allah berfirman, “ Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? (QS. Al-An'aam, :95)


Bertadabbur dengan alam, tidak hanya menumbuhkan rasa syukur tapi juga mempertebal keyakinan pada kebesaran Allah Swt. Menyampaikan rasa cinta pada Allah bisa dilakukan dengan menjelajah bumi Allah karena di bumi-Nya yang luas terhampar beragam  pengetahuan dan hikmah.  
        Tadabbur alam tidak sama dengan tamasya. Maknanya bukan hanya sekadar jalan-jalan menikmati pemandangan alam, tapi jauh lebih dalam. Alam adalah sekolah yang luas dimana manusia bisa belajar banyak hal, mulai dari hakikat kehidupan hingga menjaga harmoni dengan makhluk Allah lainnya.



ilustrasi : dokumen pribadi dan google images




Sabtu, 17 Oktober 2015

Winter in Japan

Selain Korea Selatan, Jepang merupakan pusat mode di Asia yang selalu menghadirkan gaya berbusana yang dengan cepat menjadi trendsetter, termasuk item fashion di musim dingin.

Jepang, merupakan salah satu negara yang sangat ingin saya kunjungi. Tidak hanya karena kekayaan budaya tradisionalnya tapi juga tren fashion kekiniannya. Saya termasuk orang menyukai, kalau tidak ingin disebut menggilai drama-drama Jepang, mulai dari Oshin, Tokyo Love Story dan  Ordinary People.  Saya bukan hanya menyukai ceritanya tapi juga setting dan wardrobe pemainnya. Suka sekali. Terutama pakaian musim dingin yang dikenakan para pemain drama itu. 
Musim dingin di Jepang berlangsung selama bulan Desember hingga Februari yang ditandai dengan turunnya salju pertama di awal Desember. Kebanyakan wisatawan memang menjadwalkan kunjungan mereka ke Jepang karena ingin menikmati berbagai festival yang berlangsung pada musim dingin, di antaranya Sapporo Yuki Matsuri, festival musim salju terbesar yang diadakan di Sapporo, ibukota Hokkaido.
       Musim dingin di Jepang terbilang ekstrim karena suhu udara bisa mencapai -20 derajat celcius. Karena itu, dibutuhkan persiapan yang cukup baik sebelum melakukan trip ke Jepang saat musim dingin. Mulai dari cek kesehatan hingga pakaian musim dingin yang tebal, penutup telinga, sarung tangan dan syal. Selain itu, jangan lupa pula memakai masker untuk menahan uap udara dari tenggorokan dan pelembab bibir untuk mengatasi bibir yang kering dan pecah-pecah karena musim dingin membuat udara menjadi sangat kering.

Outfit Of The Day
Cuaca dengan suhu di bawah minus tentu saja tidak cukup diatasi hanya dengan memakai coat dan syal. Pemilihan bahan pakaian juga sangat menentukan untuk melindungi tubuh dari dingin yang menggigit. Masyarakat Jepang biasanya mengenakan beberapa lapis pakaian, mulai dari lapisan dalam berupa long jhon  hingga mantel tebal.  Pakaian pelapis yang mereka gunakan umumnya terdiri dari baju lengan panjang dan celana panjang yang bahannya dari  kain heattech. Sehingga, meskipun tipis tapi bahan ini dapat menghangatkan badan. Sebaiknya tidak memakai baju dengan bahan katun karena malah akan membuat semakin dingin. Sangat disarankan   memakai pakaian dari bahan Kashmir atau wool.
Lapisan berikutnya yang perlu dipakai untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin adalah baju hangat atau sweater. Pastinya, Anda akan merasa hangat dengan bantuan sweater wool yang tipis. Jika bepergian ke luar rumah, jangan lupa untuk melapisi lagi dengan jaket tebal. Selain pakaian, syal juga  sangat membantu menjaga tubuh tetap hangat. Syal akan melindungi leher dari serbuan angin dingin. Jangan lupa juga memakai sarung tangan dan kaus kaki untuk melindungi tangan dan kaki dari kebekuan. Untuk sarung tangan, sebaiknya memilih bahan parasut atau kulit. Sedangkan untuk bagian kaki, kenakanlah sepatu yang kedap air dan udara dingin seperti sepatu boot yang sisi dalamnya terbuat dari bulu domba.
Tetap Stylish Di Tengah Cuaca Dingin
Perempuan Jepang dikenal sangat atraktif, termasuk dalam memilih busana yang akan dikenakan. Masyarakat fashion dunia mengenal Jepang dengan Harajuku Style, cara berpakaian anak-anak muda di distrik Harajuku, sebuah pusat youth culuture di Tokyo.  Cara mereka berpakaian kerap menabrak pakem fashion pada umumnya, mulai dari model, desain, tekstur, cutting dan warna.
Musim dingin yang hebat juga tidak memengaruhi gaya berbusana mereka. Tak perlu heran jika di suhu di bawah nol derajat celcius melihat gadis Jepang yang mengenakan rok ini dan kaus berlengan pendek. Bagi perempuan Jepang, tampil stylish dalam cuaca apapun adalah hal penting.
Sebagian perempuan Jepang yang lain tampil dengan baju tebal dan segala aksesorisnya. Hampir tidak ada yang tampil biasa-biasa saja.  Beragam model coat, cardigan, rib turtleneck atau knitting dengan bahan wool, fur, fleece maupun leather berebut perhatian di jalanan.  Fashion street di Jepang sungguh hidup dan penuh warna. Jalanan di Jepang ibarat run way yang menampilkan tren-tren fashion terkini. 



ilustrasi : google images