Pages

Minggu, 05 Juli 2015

Malam, Say... Bisa Pinjam Saldo ATM? : Ketika Akun Facebook Saya Kena Retas

Banyak saja cara orang untuk mendapatkan uang yang tidak halal, salah satunya dengan memanfaatkan akun sosial media orang lain. Kali ini, saya yang menjadi korbannya. Beruntung, saya memiliki sahabat dan kerabat yang peka dan tahu bahwa akun saya telah dibajak orang lain. 
Tepat seminggu yang lalu, saya dan beberapa sepupu mengadakan acara buka bersama di rumah saya. Saat sedang asyik mengobrol seusai salat magrib, tiba-tiba, Dian, istri sepupu saya, bertanya, kenapa saya mau minjam saldo atmnya. Apalagi kami sedang duduk berdekatan, tapi minjamnya kok lewat inbox di facebook.
"Bu Ade, sepertinya akun fb Ibu dihack orang deh," celutuk Dian.
Untuk pertama kalinya, saya melihat "diri" saya mengetik lewat inbox fb sepupu saya untuk meminjam saldo atm karena mau dipakai "kakak ipar" saya.
Tak berselang lama, kakak ipar saya yang sebenarnya juga mendapat pesan yang sama. Tentu saja ia heran dan bertanya pada orang yang mengaku diri saya, kakak ipar yang mana yang mau memakai uang saya, karena dia kenal semua kakak ipar saya. Si hacker itu langsung bungkam.
Malam itu, tiba-tiba saya menjadi momok bagi teman-teman facebook saya khususnya yang pernah melakukan interaksi dengan saya lewat inbox, sehingga si hacker itu dengan piawai bisa menirukan cara saya menyapa teman saya dengan sapaan yang biasa saya gunakan. Tapi si hacker itu lupa, kalau dalam setiap memulai obrolan saya selalu mengucapkan "Assalamu'alaikum", bukan "Malam say..."
Akibat keteledoran yang mungkin dianggap si hacker itu sepele, kedok penipuannya pun dengan cepat diketahui teman-teman saya. Sepanjang malam itu, teman-teman terus menghubungi dan mengklarifikasi tentang inbox tersebut kepada saya lewat telepon dan what'sapp. Suami, sepupu dan teman-teman juga membuat postingan yang menjelaskan bahwa akun saya telah dihack orang yang tidak bertanggungjawab dan memanfaatkannya untuk mendapatkan uang. 
Pelajaran penting saya dapatkan dengan dibobolnya akun facebook saya bahwa pentingnya karakter kita dalam berteman, termasuk bahasa yang tidak mudah ditiru orang lain. Hal lain, bahwa sebagian besar teman saya mengenal saya sebagai orang yang blak-blakan dan si penipu itu terlalu santun untuk menjadi saya, heheheh... 
Mau tahu, pelajaran seperti apa yang diberikan teman-teman saya untuk si pembobol akun facebook saya? Silakan ngakak sendiri membacanya...

Mungkin karena Mira Sahid sering menerima inbox seperti ini, dia langsung to the point saja. Cerdas!

Sebenarnya Mirza, teman SMA saya ini ingin  benar-benar mentransfer uang tersebut sesuai janjinya, yaitu Rp. 1, tapi karena peraturan bank  tidak membolehkan, Mirza tidak bisa memenuhi permintaan si hacker. Sorry yaa...
Karena kebetulan sepupuku ini ada di rumahku saat si penipu beraksi, dia pun langsung membalasnya dengan telak. LOL!

Demikian juga kakak kelasku di kampus ini, dia yakin kalau aku tidak mungkin melakukan hal ini padanya. Terimakasih ya kak...

Jiah.... udah dikasih harapan, ujungnya malah dapat nasehat. Mantap, Bay!
Hey... adik saya  juga mau ditipunya, rasain deh! Ini juga langsung kena ke ulu hati, nyesekkk! 

Malam itu juga setelah semua sepupu pulang, saya berusaha memulihkan akun facebook dengan membuat laporan ke Facebook bahwa ada seseorang yang telah meretas akun saya. 
Keesokan harinya, adik saya  yang bekerja di bank memberitahu kalau tidak ada satu sen pun  uang yang masuk ke rekening si penipu itu. Alhamdulillah.
Terimakasih teman-teman, semoga hal ini bisa menjadi pelajaran berharga buat  si penipu untuk mendapatkan  uang dengan cara yang halal. Amin... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar