Pages

Jumat, 15 Mei 2015

Young & Restless

Jika kita membuka kembali lembaran sejarah Rasulullah Saw, banyak sekali kisah tentang besarnya kasih sayang dan harapan Rasulullah Saw pada anak-anak muda.
Meski pun masa muda adalah masa pencarian identitas diri, namun tidak sedikit dari mereka yang sudah menemukan jati diri di usia yang masih sangat belia. Bahkan, di jaman Rasulullah Saw pun banyak sekali anak muda yang menonjol kiprahnya terutama dalam hal membantu perjuangan Rasulullah Saw dalam menyebarkan agama Islam.
Rasulullah Saw mengangkat Uttab bin Usaid menjadi Walikota Mekkah saat usia Uttab baru 21 tahun. Uttab juga tercatat sebagai pemimpin pertama yang diamanahkan Rasulullah Saw untuk mengimami salat berjamaah setelah penaklukan kota Mekkah.
Kepercayaan besar lainnya juga diberikan Rasulullah Saw kepada Usamah bin Zaid yang masih berusia 18 tahun untuk  menjadi pemimpin pasukan Islam saat perang melawan pasukan  Romawi. Pengangkatan ini tak pelak  mengundang penolakan dari sebagian besar sahabat. Namun Rasulullah Saw yang saat itu tengah sakit keluar dari rumah dan berjalan menuju mimbar. 
Beliau lalu bersabda, “ Wahai manusia! Saya sangat sedih karena penundaan keberangkatan tentara itu. Nampaknya, kepemimpinan Usamah tidak disukai oleh sebagian dari kalian. Dan kalian mengajukan keberatan. Namun, keberatan dan pembangkangan kalian ini bukanlah pertama kali. Sebelum ini, kalian juga mengkritik kepemimpinan Zaid, ayah Usamah. Saya bersumpah demi Allah bahwa ia pantas untuk jabatan ini, begitu pula putranya. Saya menyayanginya. Wahai manusia! Berlaku baiklah kepadanya. Ia salah seorang yang baik di antara kamu sekalian.”
Keistimewaan Usia Muda
Sesungguhnya ada lima hal yang baru terasa nilainya jika hilang dari kehidupan, yaitu masa muda, masa sehat, masa kaya, masa luang dan masa hidup di dunia.
Seseorang baru menghargai betapa bernilainya kesehatan ketika sakit datang menyerang, demikian pula halnya dengan usia muda. Banyak orang yang menyesali hal-hal yang tidak dia lakukan ketika usianya masih muda. Namun, sesal itu tidak akan ada gunanya karena masa muda tidak pernah terulang seperti halnya kehidupan.
Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah Saw bersabda,” Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara, yaitu, waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, waktu kayamu sebelum datang waktu kefakiranmu, waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu dan hidupmu sebelum datang kematianmu.”
Usia muda adalah waktu yang penuh semangat untuk berkarya dan beramal. Namun kebanyakan anak muda berprinsip bahwa masa muda itu masanya bersenang-senang dan amal itu hanya untuk orang tua saja. Meski sebagian berusaha melakukan segala hal untuk menorehkan nama mereka dalam sejarah, tidak sedikit pula yang mengakhiri masa mudanya dengan kisah tragis, larut dalam godaan duniawi dan menangisi semua itu ketika usia merambat senja.  
Daud Ath Tho’i sebagaimana dinukil dari kitab “Kam Madho Min ‘Umrika?” dengan tegas menyatakan, “ Sesungguhnya malam dan siang adalah persinggahan manusia sampai dia berada pada akhir perjalanannya. Jika engkau mampu menyediakan bekal di setiap tempat persinggahanmu, maka lakukanlah. Berakhirnya safar boleh jadi dalam waktu dekat. Namun perkara akhirat lebih segera daripada itu. Persiapkanlah perjalananmu menuju negeri akhirat. Lakukanlah yang ingin kau lakukan. Tetapi ingat, kematian itu datangnya tiba-tiba.”
Betapa meruginya jika menyia-nyiakan kesempatan berkarya dan beramal  di usia muda. Karena bagaimana pun penyesalan yang datang terlambat tidak akan mampu mengubah akhir dari apa yang sudah dijalani.




foto ilustrasi : Google Images

2 komentar:

  1. Terima kasih sudah mengingatkan, mbak Ade. ira

    BalasHapus
  2. sama2 mba.... reminding me tooo, meski udah ngga muda lagi

    BalasHapus