Pages

Senin, 18 Mei 2015

Waduh! Si Kecil Sudah Ngerti Pacaran...

Mudahnya  mengakses informasi serta pengaruh tayangan televisi yang kurang mendidik, menjadi sebagian faktor yang membuat anak di usia Sekolah Dasar sudah mulai mengerti berpacaran.
Saat arisan RT, salah seorang Ibu bercerita perihal anaknya yang sudah mengerti soal pacar-pacaran. Hal itu dia ketahui  ketika melihat profil facebook anaknya yang masih duduk di kelas  5 SD jelas tertera tulisan relationship with Denish, yang menjelaskan kalau anaknya itu sedang menjalin hubungan dengan temannya yang bernama Denish.
Ibu yang kebetulan tinggal di belakang rumah saya itu lebih lanjut bercerita kalau dia  pun langsung membuka akun facebook “pacar” anaknya. Ternyata, Denish juga menuliskan status yang sama, relationship with Tita, nama anaknya. Dari status dan foto-foto yang ada di akun keduanya, dia mengetahui kalau Denish dan Tita merupakan teman sekelas di tempat les bimbingan belajar. “Saya menjadi semakin panik, apalagi saya melihat di album foto Tita, banyak sekali foto selfie mereka berdua, meski masih dengan gaya anak-anak. Tapi saya tetap khawatir."
Ternyata tetangga saya itu tidak sendiri. Tetangga saya yang lain juga mengalami hal yang sama. Bedanya, Kikan, anaknya Ibu Nimas yang masih kelas 6 SD justru menanyakan apakah dia boleh berpacaran dengan Redi, teman sekelasnya.
        “Walaupun sempat kaget dengan pertanyaannya itu, tapi saya tidak langsung memarahinya. Saya justru menjadikan kesempatan ini untuk menjelaskan bahwa anak seusianya belum boleh pacaran. Saya juga menjelaskan tentang mudaratnya berpacaran di dalam Islam. Alhamdulillah dia mengerti. Mungkin karena masih kecil, dia mengira kalau suka dengan seseorang, itu artinya pacaran.”
Menurut Psikolog Ike R. Sugianto, sebenarnya fenomena pacaran di kalangan anak-anak sudah terjadi sejak dulu. Tapi karena dulu belum ada  media sosial, tempat mereka mengungkapkan segala hal yang dirasakan dan dialami, jadi fenomena tersebut tidak seramai saat ini.
        “Suka dengan lawan jenis saat usia pra remaja itu wajar karena di usia tersebut sudah mulai tumbuh rasa ketertarikan dengan lawan jenis. Tapi dulu, masih malu-malu dan belum berani diwujudkan dan dinyatakan sejauh ini, apalagi di depan teman-teman,” ujar Ike, seperti dikutip dari wawancaranya dengan merdeka.com.
Banyak Faktor Penyebabnya
Perkembangan teknologi saat ini memang sulit membendung apa yang diserap oleh anak. Berbagai informasi dengan cepat tersebar luas termasuk ketika seorang anak SMP secara terbuka  menyatakan cintanya kepada seorang anak SD sambil membawa kue dan boneka. Momen yang diposting di media sosial ini dengan cepat tersebar dan mengundang berbagai reaksi dari nitizen,terutama para orangtua.
“Faktor utama yang paling mempengaruhi itu adalah tayangan televisi, apalagi di usia-usia seperti itu. Semua asalnya dari apa yang mereka lihat dan tonton. Meski mereka belum berpikir panjang tentang ketertarikan dengan lawan jenis, tapi mereka sudah punya defenisi yang berbeda-beda tentang pacaran. Gandengan tangan dan pergi ke mal bareng saja terkadang sudah mereka sebut pacaran.”  Ike berharap orangtua bisa belajar dari kasus ini dan menjadi semakin dekat dengan anak.
Selain itu, orangtua juga sebaiknya menjelaskan kepada anak tentang apa itu pacaran dan apa bedanya dengan berteman biasa. Karena banyak anak SD yang sudah berpacaran itu memanggil pacarnya dengan sebutan Ayah dan Bunda. Dampingi mereka saat menonton televisi, karena alat ini bisa menjadi musuh yang paling berbahaya di rumah Anda. Selalulah pantau akun media sosial anak terutama postingan mereka. Seringkali ketidakmengertian mereka sehingga suka latah berbagi info yang sebenarnya belum sesuai untuk usia mereka. So, para Ibu, jangan panik, kalau anak berceloteh tentang pacarnya, hadapi dengan tenang karena bisa jadi yang disebut pacar itu hanya teman yang pernah berbagi bekal makan dengannya, tidak lebih. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar