Pages

Sabtu, 23 Mei 2015

Kisah Sedih Di Balik Lagu Hits

Lagu yang mungkin menjadi favorit kita ternyata tidak sedikit yang lahir dari kisah sedih yang dialami penggubahnya. Itulah mungkin yang dimaksud, selalu ada hikmah di dalam setiap musibah. 
Saat sedang duduk sendiri di sebuah kafe, tanpa sadar saya menangis begitu mendengar lagu "Tears in Heaven" yang diputar di kafe tersebut. Terbayang, kepergian buah hati saya tercinta yang telah berpulang 15 tahun silam. Lagu Tears in Heaven memang ditulis Eric Clapton dibantu Will Jennings untuk mengenang  putranya, Conor Clapton, yang meninggal dunia di usia 4 tahun.  
Buah hati Eric dari pernikahannya dengan seorang aktris Italia, Lori Del Santo ini meninggal karena terjatuh dari jendela lantai 53 di apartemen New York City pada 20 Maret 1991 siang.
Eric Clapton dan Conor
Tidak hanya lagu Tears in Heaven saja yang lahir karena kisah sedih penulisnya. Lagu Gloomy Sunday yang dipopulerkan  penyanyi jazz terkenal Billie Holiday juga dituliskan berdasarkan kisah sedih yang dialami Rezso Seress, musisi Hungaria yang menciptakan lagu tersebut di awal 1930-an. Oleh seorang penulis puisi bernama Laszlo Javor, lagu yang awalnya berkisah tentang duka yang dirasakan  Seress akibat perang kemudian diubah liriknya menjadi keinginan bunuh diri karena keperian kekasihnya. Judul yang semula Vege a Vilagnak, atau Dunia Sedang Berakhir berganti jadi Szomoru Vasarnap atau Sabtu Sedih yang kemudian dikenal dengan lagu Gloomy Sunday.
Rezso Seress
Lagu tersebut sempat dilarang di beberapa karena dianggap memicu meningkatnya angka kasus bunuh diri. Seress sendiri juga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jendela apartemennya sehari setelah ulang tahunnya yang ke-69. 
Billie Holiday
Lagu "Fur Elise" gubahan Beethoven yang sangat populer hingga saat ini merupakan bentuk cinta tak sampai sang maestro. Banyak yang bertanya, siapa sebenarnya Elise yang dimaksud Beethoven hingga membuat berbagai spekulasi tentang sosok perempuan yang telah mematahkan hatinya itu. Hal yang kemudian dipercaya sebagai sosok Elise adalah Theresa Malfatti von Rohrenbach zu Dezza (1792-1851) yang telah menikah sebelum Beethoven mengungkapan perasaan cintanya. Konon, ketika karya tersebut dipublikasikan pada tahun 1865, Ludwig Nohl, yang menemukan gubahan tersebut salah menyalin judulnya sehingga yang seharusnya Fur Theresa menjadi Fur Elise. Sedangkan Klaus Martin Kopitz, musikolog asal Jerman berhipotesa lagu tersebut justru dipersembahkan Beethoven kepada Elisabeth Rockel, seorang penyanyi yang pada tahun 1813 menikahi komposer Johann Nepomuk Hummel.

Siapa yang mengira kalau lagu "All About That Bass" lahir karena pengalaman menyakitkan yang dialami penulisnya ... Ketika berusia 13 tahun, Megan Trainor menyukai seorang anak laki-laki, teman sekolahnya. Tapi ketika Megan mengungkapkan perasaannya, anak itu menjawab bahwa dia baru mau berkencan kalau Megan bisa menurunkan berat badannya setidaknya 5 kg. Ucapan tersebut sangat membekas di hatinya dan membuatnya sangat terpukul.  
Lewat lagu yang berhasil menguasai puncak tangga lagu di seluruh dunia ini, Megan berhasil menjadikan hinaan sebagai motivasi buat dirinya bangkit dan melakukan yang terbaik tanpa merasa rendah diri dengan bentuk tubuhnya. 
Meghan Trainor
Lagu "Wake Me Up When September Ends" merupakan pengalaman menyedihkan Billie Joe Armstrong, vokalis Green Day yang ditinggal pergi sang Ayah untuk selama-lamanya. Ketika Billie berusia 10 tahun, pada 1 September 1982, Ayahnya meninggal dunia karena kanker. Bagi Billie, pemakaman Ayahnya itu sangat menyakitkan sehingga meninggalkan upacara tersebut dan berlari ke rumah lalu mengunci diri di dalam kamar. Ketika Ibunya mengetuk pintu kamarnya, dia berteriak sambil menangis," Wake me up when September ends." Kata-kata itu terus terekam di kepalanya hingga 20 tahun kemudian dia menuliskan lagu dengan judul kata-kata tersebut dan memasukkan baris, "Like my father's come to pass, 20 years has gone so fast"
Billie Joe Armstrong
Patah hati juga bisa menjadi motivasi buat menghasilkan karya fenomenal. Hal itu pula yang dilakukan Adele ketika orang yang dicintainya memilih hidup bersama perempuan lain. Lewat lagu "Someone Like You" Adele tidak hanya mampu membius jutaan orang yang dirundung duka karena putus cinta tapi sekaligus mengantarkannya menjadi superstar. 
Adele
Kepergian seorang sahabat menginspirasi terciptanya lagu "A Day In The Life" yang dipopulerkan The Beatles. Lagu yang dirilis tahun 1967 itu diangkat dari tragedi yang menimpa Tara Browne. John Lennon menuliskan lagu itu setelah membaca koran yang memberitakan  kematian Tara dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Tara menabrak sebuah truk yang sedang diparkir karena tidak melihat lampu lalu lintas yang telah berganti warna. 
The Beatless
Tara Browne dan pasangannya Nicky Browne
Di balik keceriaan lagu "Save The Last Dance For Me" yang dinyanyikan Michael Buble dalam irama jazz swing terselip kisah sedih dari penulis lagu tersebut. Dia adalah seorang laki-laki cacat yang harus merelakan istrinya berdansa bersama laki-laki lain karena dia tidak bisa melakukannya. Dalam salah satu liriknya tertulis kata-kata," But don't forget who's takin you home and in whose arm you're gonna be." Tapi dia juga menambahkan," If he asks if you're all alone, can he walk you home, you must tell him no." 

Michael Buble
Kematian Marilyn Monroe  menginspirasi Elton John menuliskan lagu berjudul "Candle in The Wind". Lagu yang ditulis pada 1973 ini menceritakan kehidupan bintang hollywood yang meninggal secara tragis pada 1962 ketika usianya masih 36 tahun.
Marilyn Monroe
Lagu yang sama juga dinyanyikan Elton untuk mengenang kepergian sahabatnya, lady Diana. Lagu tersebut dinyanyikan Elton pada upacara pemakaman Diana dengan mengubah kalimat pertama yang semula "Goodbye Norma Jean" menjadi "Goodbye England's Rose". Lagu itu kemudian dijual sebagai single dengan tambahan sub judul: "In Loving Memory of Diana, Princess of Wales" dan menjadi single yang paling banyak terjual dalam sejarah sehingga tercatat dalam Guinness Book of Record. 
Lady Diana
Elton John bersama Lady Diana



2 komentar:

  1. Setiap lagu ada kisahnya. Sedih jika kisah yang melatarinya adalah kisah sedih :(

    Saya sering dengar lagunya Adele yang Someone Like You itu. Liriknya bikin mata berkaca-kaca.

    BalasHapus
  2. yang Beethoven begitu juga kisah yang saya pernah baca, jatuh cint asama istri sahabt baiknya. miris ya...

    BalasHapus