Pages

Kamis, 14 Mei 2015

Ketika Cinta Oma Mengalahkan Cinta Mama

Tidak ada yang menampik kalau kebanyakan  nenek sangat memanjakan cucunya.  Hal ini tak urung membuat konflik antara Ayah Ibu dengan Kakek Nenek terutama dalam hal perbedaan pola asuh.
Sudah beberapa bulan ini, tetangga saya, Sena, merasa uring-uringan pada Ibunya. Dia mendatangi saya yang sedang menjemur pakaian dan bercerita kalau setiap kali dia memarahi Najwa, anaknya, Ibunya pasti menegurnya dan mengatakan kalau mengurus anak itu harus sabar dan jangan suka memarahi anak. Padahal, seingatnya dulu, Ibunya juga sering memarahi bahkan memukul bokongnya kalau dia berbuat nakal.
        “Akibatnya, Najwa jadi manja dan kalau saya marahi dia pasti lari ke Eyang Uti. Bagaimana saya tidak kesal dibuat Ibu,” keluhnya.  Mendengar cerita Sena, tetangga saya lainnya, Mba Yanti,  menghampiri dan menambahkan kalau ibunya justru kebalikan dari Ibunya Sena.  “Terkadang saya suka nggak tega kalau melihat anak saya yang masih kecil sudah harus belajar membersihkan kamarnya sendiri. Tapi, saya tahu bahwa itu dilakukan Mama untuk kebaikan anak saya juga, sama seperti saya yang sudah memetik hasil didikan displin dari Mama." ..
Benefits Of Grandparenting
Apa yang dialami kedua tetangga saya  di atas memang menjadi bagian dari kisah sehari-hari. Tinggal bersama orangtua, seperti Sena  atau sebaliknya orangtua tinggal di rumah anaknya, seperti Mba Yanti, membuat kedua belah pihak merasa bertanggungjawab atas pengasuhan anak.
Kasus yang paling banyak terjadi adalah ibu bekerja yang menitipkan anak pada Ibunya. Selain karena tidak memiliki pengasuh, tidak sedikit yang memilih menitipkan anak pada Ibu karena kurang percaya menitipkan anak pada pengasuh.
Menurut Sharon L. Mader, Extension Educator, Family and Consumer Sciences Associate Professor, Sandusky County, sebagaimana dimuat pada laman The Ohio State University Extension, Kakek Nenek yang tinggal bersama cucunya, biasanya memberikan banyak kontribusi dan pengaruh dalam pola asuh cucunya. Menjadi Kakek atau Nenek sebenarnya memiliki keuntungan tersendiri, karena tanpa tanggung jawab utama dalam membesarkan anak-anak tapi memiliki semua nilai-nilai kebaikan. Banyak Kakek Nenek yang tanpa sadar memanfaatkan kondisi ini dengan melimpahkan cucu-cucunya kasih sayang yang berlebihan.
“Ibu saya selalu menyimpan uang pensiunnya untuk diberikan kepada cucunya. Jadi, kalau dia lihat cucunya menginginkan sesuatu dan kita tidak mengabulkannya, Ibu saya diam-diam akan membelikan apa yang menjadi keinginan cucunya itu. Di mata anak saya, saya itu terkesan pelit sedangkan neneknya malaikat pelindung yang selalu baik hati,” Sena menambahkan.
Sebagai orangtua, tentu ingin mendidik anak-anak menjadi anak yang shalih dan salihah.  Hanya saja keinginan itu terkadang tidak berjalan dengan mulus. Salah satu hal yang bisa menghambat proses pendidikan anak adalah, jika ada banyak pihak yang turut berperan dalam pendidikan anak-anak kita, tapi berbeda prinsip dengan kita.
 Agak sulit memang mengatasi situasi yang demikian. Apalagi kalau yang mengacaukan program pendidikan yang sudah dibuat itu justru orang-orang terdekat seperti misalnya kakek dan nenek. Kondisi seperti ini tentu tidak boleh dibiarkan terus menerus. Efek buruknya sangat besar bagi perkembangan anak. Anak-anak akan menjadi bingung perlakuan mana yang akan dipilihnya. Layaknya anak-anak biasanya memiliki kecenderungan untuk memilih dan mengikuti orang-orang yang selalu menuruti kemauannya.
“Akibat selanjutnya bisa jadi mereka akan lebih menurut dengan kakek neneknya dari pada orang tuanya,” kata dra (Psi). Zulia Limawati. Lebih lanjut Zulia menambahkan,” Usahakan persoalan ini segera dibicarakan dengan suami dan orangtua atau mertua. Sampaikan pentingnya mengarahkan anak-anak dengan pendekatan dan cara asuh yang sama. Bukankah sebuah kapal tidak akan sampai ke tujuan, jika banyak nahkoda yang menentukan arahnya? Ajaklah mereka  berdiskusi tentang pentingnya pola asuh yang seragam, makna kasih sayang, dan cara mengekspresikannya. Tanpa diskusi dan komunikasi, pola asuh grandparenting dapat menimbulkan banyak konflik dan pertengkaran.  Bukan hanya antara anak dengan orangtua namun juga antara orangtua dan  Kakek Nenek. Bagaimana pun, pengasuhan anak  merupakan tanggungjawab penuh orangtuanya.” 

15 komentar:

  1. Well, memang betul sih, bahwa mendidik anak sebaiknya jangan terlalu sering memarahi. :D
    Tapi memang didikan orang tua jaman dulu itu keras. Efek buruknya, bagi yang belum sadar atau kurang wawasannya, mereka malah menurunkan cara mendidik keras itu pada anaknya juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benas, mas... tapi kebanyakan kakek nenek akan lebih lunak terhadap cucu ketimbang kepada anak :)

      Hapus
    2. terimakasih sudah berkenan mampir ya mas...

      Hapus
    3. terimakasih sudah berkenan mampir ya mas...

      Hapus
    4. benas, mas... tapi kebanyakan kakek nenek akan lebih lunak terhadap cucu ketimbang kepada anak :)

      Hapus
  2. memang betul sih kadang neneknay akan memanjakan cucunya, padahal dulu mereka mendidik anaknya gak begitu. Untungnya ibuku selalu menanyakan padaku apa yang gak boleh , apa yang boleh. Dia berusaha mengikuti pola didik aku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seharusnya memang begitu, mba. sayangnya, kebanyakan kakek nenek merasa lebih pengalaman dalam mendidik cucunya seperti yang telah mereka lakukan kepada anaknya dulu :)

      Hapus
    2. terimakasih sudah berkenan mampir ya mba...

      Hapus
    3. terimakasih sudah berkenan mampir ya mba...

      Hapus
    4. Seharusnya memang begitu, mba. sayangnya, kebanyakan kakek nenek merasa lebih pengalaman dalam mendidik cucunya seperti yang telah mereka lakukan kepada anaknya dulu :)

      Hapus
  3. dimana2 mslhnya hmpr sama yah. Aku jg kdg kesel klo kakek neneknya terlalu manjain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mba... banyak orangtua yang masih menganggap anaknya itu masih belum mengerti dalam mengasuh anak, jadi suka ikut campur.

      Hapus
    2. terimakasih sudah berkenan mampir ya mba...

      Hapus
    3. terimakasih sudah berkenan mampir ya mba...

      Hapus
    4. sama mba... banyak orangtua yang masih menganggap anaknya itu masih belum mengerti dalam mengasuh anak, jadi suka ikut campur.

      Hapus