Pages

Selasa, 21 April 2015

Suamiku, Izinkan Aku Berhijab...

Meski menutup aurat merupakan perintah Allah, tapi banyak suami yang melarang istrinya mengenakan hijab.

Setelah sekian lama tak bertemu dengan teman yang saya kenal di sebuah acara media gathering,  kami akhirnya bisa makan siang bersama di sebuah mal di Jakarta. Tidak seperti yang saya kenal sebelumnya, wajahnya siang itu tampak muram. 
Tanpa saya minta dia bercerita tentang keinginannya berhijab, tapi tidak mendapat izin dari suaminya. Hal itu membuatnya jadi merasa serba salah dan gelisah. 
     “Saya bukannya melarang kamu  memakai hijab, tapi saya tidak mau kamu mengenakannya hanya karena ikut-ikutan tren. Bagi saya, pakai hijab  itu bukan untuk coba-coba, melainkan   harus  benar-benar siap. Perbaiki dulu akhlak baru penampilan bisa menyusul. Buat apa pakai hijab tapi kelakuannya masih minus,” begitu alasan suaminya melarangnya berhijab. 
        Menanggapi alasan itu, Ustaz Felix Y. Siaw mengungkapkan kalau sebenarnya sudah menjadi tugas suami untuk membimbing istrinya menuju surga, bukan sebaliknya menghalangi belahan jiwa dalam menunaikan kewajiban kepada Allah Swt. Ustaz yang juga menulis buku “Yuk , Berhijab! Hijab Tanpa Nanti Taat Tanpa Tapi”  ini menyayangkan sikap suami yang melarang istrinya berhijab.
“Suami yang membiarkan istrinya terbuka auratnya itu pertanda dia tidak peduli dan sayang pada istrinya. Mobil saja punya garasi dan ditutup terpal pula, masak  aurat istrinya dilihat semua lelaki dia malah tega.  Sudah menjadi kewajiban suami membimbing, menasehati dan membesarkan hati istri agar mau menaati Allah dan suami. Karena itu, suami juga harus bisa memberi teladan agar istri bersemangat dalam menaati Allah.”
 Hijab Bukan Perhiasan Muslimah
Ustaz yang rajin menyampaikan kultwit lewat akun twitternya @felixsiauw itu menjelaskan  bahwa  hijab adalah identitas seorang muslimah. Hijab yang bertujuan untuk menutup perhiasan muslimah dan melindungi keindahan. “Bila dengan hijabnya, seorang muslimah justru menjadi pusat perhatian di mana pun dia berada, maka hijabnya bukan lagi menjadi penutup aurat melainkan perhiasan baru baginya.
Secara makna syariat, aurat adalah bgian tubuh yang haram dilihat dan karena itu harus ditutup. Khusus bagi muslimah, auratnya adalah semua bagian tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan.
‘Aisyah r.a meriwayatkan, suatu ketika, Asma binti Abu Bakar datang menemui Rasulullah Saw dengan pakaian tipis. Tatkala melihatnya, Rasulullah Saw memalingkan wajahnya dari Asma,  lalu bersabda, “ Wahai Asma! Sesungguhnya perempuan apabila sudah baligh, tidak boleh dilihat darinya, kecuali ini dan ini.” Beliau menunjuk ke muka dan telapak tangannya.” (H.R. Abu Dawud).
       

Selama seorang muslimah belum menikah, maka tanggungjawab untuk menjaganya dari kemungkaran Allah Swt ada pada sang Ayah. Namun, begitu dilakukan ijab kabul atas seorang muslimah, maka tanggungjawab Ayah berpindah kepada suami, sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “ Laki-laki adalah pemimpin bagi keluarga dan akan ditanya apa yang menjadi tanggung jawabnya.”
             
Saya hanya bisa mengatakan kepada teman saya itu bahwa berhijab adalah bentuk taat kepada Allah Swt dan tidak ada hubungannya dengan masalah pemberian izin dari suami. Ini lebih kepada urusan pribadi seorang muslimah dengan Tuhannya. Jika suami tidak mengizinkan, itu urusan pribadinya juga dengan Allah Swt.
Menentang larangan suami mengenakan hijab bukan berarti seorang istri melawan suami, melainkan lebih karena takut kepada Allah Swt. Semua tentu saja membutuhkan proses termasuk menyadarkan suami tentang kewajiban seorang muslimah yang sudah baligh untuk menutup aurat. Pilihan terakhir adalah pasrah dan serahkan semuanya kepada Allah Swt karena hanya Dia-lah yang Maha membolakbalikkan hati manusia. Semoga kelak teman saya tersebut bisa menjelaskan hal ini kepada kepada suaminya sehingga niat baiknya untuk berhijab dapat ia tunaikan. Amiin...





4 komentar:

  1. terimakasih banyak ya mba, sudah berkenan mampir....

    BalasHapus
  2. terimakasih banyak ya mba, sudah berkenan mampir....

    BalasHapus
  3. Aamiin Ya Rabbal'alamin
    Terimakasih ya mbak renungan yang sangat indah dan bermanfaat,, Maaf saya izin share ya mbak. Terimakasih. Wasalam

    BalasHapus