Pages

Kamis, 16 April 2015

Stop! Jangan Selfie Sembarangan!


Bagi sebagian orang, memotret diri sendiri lalu mengunggahnya di media sosial merupakan hal yang menyenangkan sekaligus eksistensi diri. Tapi bagaimana menurut Islam? 


Ketika ustaz muda Felix Siauw mencuit tentang mudaratnya selfie karena bisa menimbulkan riya, takabbur dan sifat ujub atau berbangga diri, tak pelak berbagai reaksi pun berdatangan. Ada yang setuju dengan cuitan ustaz yang menulis buku “Putusin Aja” dan “Yuk, Berhijab”  ini tapi tidak sedikit yang menentangnya. Apalagi Felix juga menambahkan bahwa berdasarkan penelitian empiris, selfie itu semacam gangguan dan  penyimpangan jiwa. Begitu besarnya perhatian netizen terhadap larangan selfie yang dicuit oleh Feliz, sehingga #Selfie sempat menjadi  trending topic dunia.

Sebelum kontroversi #Selfie ini merebak, Klub Tottenham Hotspur sudah mengeluarkan peraturan yang melarang penonton membawa tongsis atau tongkat narsis ke dalam stadion White Hart Lane. Peraturan yang sama juga diterapkan Arsenal di Emirat Stadium. Kegiatan berfoto-foto narsis saat pertandingan berlangsung dikhawatirkan bisa membuat suasana menonton jadi kurang nyaman.
       


Islam sebenarnya tidak melarang selfie termasuk  memuplikasikan foto tersebut di media sosial. Namun hal ini bisa menjadi dosa bila niat dari membuat foto selfie karena ingin pamer untuk mendapatkan pujian. Selain berpotensi riya, selfie juga bisa jauh lebih berbahaya jika foto tersebut dilakukan di tempat yang ekstrim seperti di puncak gedung tertinggi atau sedang mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi.


Tergantung Niatnya  
Sebagian ulama  berpendapat bahwa selfie itu perbuatan haram dengan mengaitkannya pada larangan menggambar makhluk bernyawa. Dari sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dijelaskan bahwa Rasulullah pernah bersabda ,” Barang siapa menggambar suatu gambar dari sesuatu yang bernyawa di dunia, maka dia akan dminta untuk meniupkan ruh kepada gambarnya itu kelak di hari akhir, sedangkan dia tidak kuasa meniupkannya.”
        Sedangkan pendapat lain menjelaskan bahwa foto merupakan cerminan diri dan dihasilkan dari makhluk hidup yang sudah ada bukan dengan menciptakan makhluk yang baru. Foto hanyalah pantulan objek yang dihasilkan dengan bantuan kamera.

Istilah Selfie sendiri pertama kali digunakan oleh sebuah forum online Australia pada 13 September 2012 yang kini telah masuk dalam kosa kata Oxford English Dictionary. Menurut Judy Pearsall, Direktur Editorial Oxford Dictionary, media sosial sangat berperan besar dalam memopulerkan kata Selfie.

Semua terpulang pada niat masing-masing, sebagaimana Felix memungkas kultwitnya dengan mencuit: 13. Jadi hati-hati yang doyan selfie terus seumur-umur. Saudaramu yang nulis ini karena sayang. 14. Mau dengerin alhamdulillah, mau cari pembenaran dengan nyalahin orang yang nasihati juga nggak papa. Aku tetap sayang kamu.. mmuah.XD @felixsiauw . (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar