Pages

Sabtu, 25 April 2015

Saat Tepat Memberikan Gadget Untuk Buah Hati


Saat ini, gadget bukan hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, bahkan anak balita pun sudah menggunakannya. Bila tidak bijak, teknologi justru bisa menjadi pisau bermata dua untuk kita dan buah hati.
Suasana taman bermain yang terletak di kawasan Depok itu cukup ramai. Di sepanjang selasar sekolah, para ibu berkumpul dan mengobrol. Ketika jam menunjukkan pukul 10 pagi, anak-anak keluar dari kelas untuk bermain. Tapi bukannya bermain jungkat jungkit atau permainan lain yang banyak terdapat di halaman sekolah, sebagian besar anak malah asyik dengan gadget berupa smartphone dan tablet milik ibu mereka. Suara tawa lucu para bocah itu berganti dengan kesenyapan ditingkahi bunyi games dari gadget di tangan mereka.
Gadget kini tidak lagi hanya merupakan sarana komunikasi maupun alat bekerja tapi juga menjadi mainan anak-anak. Seperti dilansir dari survei yang dilakukan Hottest Insight (IHI) pada 2013 lalu, 35% anak meminta hadiah ulang tahun maupun kenaikan kelas berupa gadget dan 51% memilih sendiri produk ponsel yang diinginkannya. Sisanya meminta mainan.  Sampai saat ini, perdebatan mengenai apakah tablet baik bagi anak atau tidak masih belum berakhir. Meskipun  tidak bisa dipungkiri, kehadiran tablet PC lebih menawarkan dampak yang besar  dari sisi hiburan dan pendidikan.
“Banyak orangtua yang membelikan gadget untuk anak dengan alasan sebagai sarana belajar anak tapi sayangnya mereka sendiri tidak mengawasi anaknya saat menggunakan gadget tersebut,” kata Tika Bisono, psikolog yang konsern dengan masalah remaja dan anak.
Menurut Tika, jika ingin membelikan gadget dengan fitur canggih untuk anak, orangtua juga tidak boleh gaptek sehingga bisa tetap mengawasi anak dalam menggunakan gadget tersebut. “Orangtua dan guru juga seharusnya  memanfaatkan gadget sebagai sarana komunikasi misalnya dengan membuat group chatt antara guru dan orangtua murid serta memanfaatkan aplikasi edukasi yang berhubungan dengan mata pelajaran.”
 Parental Control
Sebagian besar orangtua membelikan gadget untuk anak mereka yang masih balita untuk bermain games. Sayangnya, banyak games yang bisa diunduh secara gratis dari Apps Store, seperti Google Play Store maupun Apple Store justru bergenre dewasa. Termasuk games online untuk anak perempuan yang mengajari cara berdandan saat kencan bahkan teknik berciuman. Tak jarang pula iklan games untuk dewasa tiba-tiba muncul di layar. Jika orangtua kurang awas, anak  yang sudah mendapat izin memiliki gadget ini tanpa dia sendiri menyadari bisa saja mengunduh games semacam itu.
Menurut Dr. Carolyn Jaynes, pakar dari perusahaan mainan edukasi Leapfrog Enterprises, sebenarnya cara belajar terbaik untuk anak balita adalah melalui interaksi dan bereksplorasi dengan dunia nyata. Menghabiskan waktu di depan layar justru akan mengurangi aktivitas anak terutama dalam menggunakan panca indranya. Karena bereksplorasi di usia balita merupakan proses terbaik dalam masa tumbuh kembangnya anak.
Selain selalu mendampingi anak, orangtua juga harus membatasi anak dalam menggunakan gadget, baik itu berupa smartphone maupun tablet. Percayalah, dunia nyata adalah tempat yang terbaik untuk buah hati kita. Banyak hal yang bisa mereka lakukan selain hanyut dalam dunia maya yang semu. Ajak mereka untuk melihat alam di sekitarnya, semut yang berbaris rapi di pohon mangga, kupu-kupu menghisap sari bunga dan layang-layang yang menari di angkasa raya. Manfaatkan usia emas mereka dengan hal-hal nyata yang jauh lebih indah dari dunia di balik layar tablet. 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar