Pages

Sabtu, 25 April 2015

Please, Turn Off Your Gadgets, Honey..!

Bukan hanya orang ketiga saja yang bisa merusak indahnya nilai pernikahan. Tapi juga pihak ketiga : gadget!  
Suatu senja di sebuah kafe di kawasan Kemang. Lilian  menunggu kedatangan suami yang berkantor tak jauh dari kafe tersebut. Keduanya memang sering membuat janji makan malam bersama sebelum pulang ke rumah. Tak sampai seperempat jam menunggu, suaminya sudah memasuki kafe langganan mereka tersebut.
“Meski sering ketemuan untuk makan siang atau makan malam bareng, tapi tetap saja kami jarang mengobrol banyak. Soalnya, masing-masing malah lebih asyik BBM-an atau main twitter. Pokoknya lebih fokus dengan gadget ketimbang yang benar-benar ngobrol,” ungkap Lilian.
Perempuan yang sehari-harinya bekerja di sebuah bank swasta ini sebenarnya merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Tapi karena Johan sudah sangat tergantung dengan gadgetnya, Lilian pun melakukan hal yang sama. “Saya bosan diabaikan terus,” kilahnya.
Di era teknologi saat ini,  aktif bersosial media memang sudah merupakan kebutuhan. Selain untuk eksis, sosial media juga bisa mendatangkan penghasilan tambahan dengan menjalankan bisnis online.  Tapi ketergantungan dengan gadget yang digunakan untuk bersosial media pun  bisa menjadi pemicu renggangnya hubungan dengan pasangan.
Penelitian yang dilakukan Victorian Milan, sebuah situs kencan online menemukan fakta yang mengejutkan. Sebanyak 45 persen dari 6000 responden mengaku berselingkuh karena pasangan mereka terlalu sibuk dengan gadgetnya . Sedangkan sisanya justru menemukan selingkuhan karena bantuan internet yang diakses dari gadget mereka.
Gadget memang merupakan penemuan cerdas yang memiliki dua sisi mata uang. Di satu sisi dapat mendekatkan hubungan orang yang berjauhan dan di sisi lain bisa menjauhkan yang dekat.
Mengurangi Keintiman
Pada bulan Oktober 2013 lalu, sejumlah peneliti di Brigham Young University menemukan bahwa keseringan berinteraksi dengan gadget dapat membuat hubungan menjadi tidak nyaman. Ketika seseorang dalam keadaan sendiri atau sedang tidak bersama pasangannya, tidak masalah jika bebas terhubung dengan siapa saja. Namun jika masih tidak bisa  berpisah dengan gadget karena ingin eksis di media sosial hingga pasangan merasa diabaikan, ini jelas menjadi bumerang.
Kelanggengan hubungan dengan pasangan itu membutuhkan interaksi langsung, perhatian dan keintiman. Bukan hanya sekadar saling berkirim pesan pendek atau minim komunikasi saat sedang bertemu langsung. Begitu berpengaruhnya gadget terhadap keharmonisan pasangan suami isteri, sampai-sampai  di negara bagian Punjab, India, mewajibkan pasangan yang baru menikah membatasi penggunaan gadget terutama pada dua tahun awal pernikahan mereka. Keasyikan bersosialisasi di dunia maya sebaiknya jangan sampai merenggut kebahagiaan nyata bersama belahan jiwa.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar