Pages

Sabtu, 25 April 2015

Menaklukkan Hati Si Penggerutu

Punya anak yang suka menggerutu dan membantah, memang ujian tersendiri. Tapi, bukan tidak ada cara menaklukkan hatinya.
Usia Kayla tahun ini menginjak 10 tahun. Kalau melihat  wajahnya yang manis dan pembawaannya yang lincah, orang pasti membayangkan  Kayla adalah anak yang sangat menyenangkan. Sayangnya, dia suka sekali menggerutu, terutama kalau disuruh oleh Ibunya.
Bagi Kayla, segala sesuatu itu seolah sangat menyebalkan. Bahkan disuruh merapikan tempat tidurnya sendiri saja, dia merasa seperti dizalimi oleh sang Bunda.   

Elizabeth Pantley, penulis buku Kid Cooperation dan Perfect Parenting, mengatakan bahwa kunci untuk menghentikan anak-anak yang suka menggerutu dan membantah ucapan orantuanya adalah mencari tahu mengapa mereka melakukan hal tersebut. Menurut Elizabeth, beberapa alasannya bisa jadi disebabkan karena anak ingin mencari perhatian dari orangtua.

Penyebab lainnya, karena seiring pertambahan usianya itu, beberapa anak juga ingin membuktikan bahwa mereka berbeda dengan orangtuanya. Mereka seperti memberi garis batas bahwa orangtua tidak bisa lagi mengontrol hidup mereka. Hal yang tidak bisa diabaikan bahwa tanpa disadari anak sebenarnya juga mengadopsi sikap dan perilaku orangtuanya. Mungkin, Anda sering mengeluh tentang banyaknya pekerjaan di rumah maupun di kantor dan anak dengan cepat merekamnya. Jangan lupa, anak adalah blueprint orangtuanya.
Mulailah Sejak Dini  
Memberikan kewajiban dan tanggungjawab kepada anak juga tidak bisa dengan cara seketika. Ujug-ujug, anak ditugaskan membereskan kamar tidurnya atau menyapu halaman. Ini bisa jadi hal yang sulit dan menyebalkan buat anak ketika tiba-tiba menerima tanggungjawab meski untuk kebersihan kamarnya sendiri.
Mengajak anak untuk mengerjakan pekerjaan rumah memang merupakan hal yang penuh perjuangan. Meski pun Anda merasa lebih mudah jika mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, tapi jangan pernah menolak bantuan yang ditawarkan anak Anda. Sebagian besar anak yang masih kecil sangat suka membantu pekerjaan rumah, seperti mencuci piring, mengepel rumah dan memasak yang menurutnya hal yang sangat mengasyikkan. 
Sedangkan anak yang beranjak besar, seperti halnya Kayla, biasanya justru mulai menghindari Anda dan membuang muka setiap kali Anda meminta bantuannya.
Menurut Michelle Kennedy dalam buku Last Straw Strategies : Manners, waktu yang paling tepat untuk mulai mengajak anak membantu pekerjaan rumah adalah saat mereka masih kecil. Karena anak-anak masih menganggap pekerjaan rumah sebagai hal yang menyenangkan. “Memang akan lebih cepat jika Anda melakukannya sendiri, tapi Anda juga harus memikirkan tujuan jangka panjang. Pola asuh yang hanya mementingkan hari ini sudah pasti akan menghasilkan anak-anak yang manja. Sedangkan rencana jangka panjang yang ingin diraih adalah si kecil bisa merapikan kamarnya sendiri secepat mungkin,” tulis Michelle.
Tips Menaklukkan Hati Si Penggerutu
1. Lakukan komunikasi yang aktif 
Sikap suka membantah  anak bisa diredam dengan selalu mengajaknya berkomunikasi . Ajukan setiap peraturan dengan disertai penjelasan, sehingga anak mengerti dan tidak mencari-cari alasan membantahnya.
2. Sikapi dengan lemah lembut Sikap keras  justru akan membuat anak semakin membangkang dan itu tidak menyelesaikan masalah. Perilaku marah orangtua juga bisa ditiru dan dijadikan pola bagi anak untuk menyelesaikan masalahnya.
3.Menghargai perilaku positif Selalu memuji dan memberi apresiasi setiap kali anak melakukan hal yang baik sehingga anak  merasa dihargai.
4.Konsisten terhadap aturan yang telah dibuat 
Terapkan peraturan dengan jelas dan menetap, misalnya kalau sudah ditentukan tidur jam 8 malam, patuhi jadwal tersebut dari hari ke hari. Jelaskan apa dampak atau risikonya kalau tidur larut malam. Menerapkan aturan yang konsisten juga melatih anak agar tahu bahwa hidup tak bisa diatur semau-maunya sendiri

5. Introspeksi
Kalau anak tidak mau menurut , maka Anda harus introspeksi diri mengapa si kecil sering membantah. Jangan-jangan karena kesalahan orang tua sendiri yang membuat anak tak mau menurut. Misalnya, karena cara menyuruh atau memberi perintah seperti mendikte, menghardik atau membentak sehingga  si kecil malah memberontak.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar