Pages

Rabu, 22 April 2015

Let's Talk About Tattoos




Islam mengharamkan umatnya menato tubuh. Beberapa pandangan bahkan secara tegas mengatakan bahwa Allah menolak ibadah salat orang yang bertato.  Bagaimana kalau sudah terlanjur melakukannya?


Tato merupakan seni merajah tubuh yang sudah ada sejak 12.000 tahun Sebelum Masehi. Tato itu sendiri berasal dari bahasa Tahiti, yaitu “Tatu” yang berarti tanda atau simbol. Bagi suku-suku seperti Maori, Inca, Polynesians, tato dianggap semacam ritual dan bangsa Mesir adalah bangsa yang pertama kali menyebarluaskannya hingga ke Yunani, Persia dan Arab.
        Bangsa Yunani memakai tato sebagai tanda pengenal mata-mata perang sekaligus pangkat dari si mata-mata itu. Sedangkan bangsa Romawi menggunakan tato untuk menunjukkan strata sosial masyarakatnya. Suku Maori di New Zealand membuat tato berbentuk spiral pada wajah dan bokong mereka sebagai lambang bahwa seseorang tersebut dari keturunan yang baik. Sementara bagi suku Indian, tato adalah lambang kecantikan dan status sosial.
Bertato dalam bahasa Arab disebut Al Wasym yaitu perbuatan menusuk-nusukkan jarum ke dalam kulit sehingga mengalirkan darah yang kemudian diberikan alkohol hingga membuat kulit menjadi biru.
Melalui sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim dari Abdullah Ibnu Mas’ud Rasulullah menegaskan bahwa Allah melaknat perempuan-perempuan yang menato dan minta untuk ditato.  Hal itu disebabkan karena tato termasuk perbuatan yang mengubah ciptaan Allah Swt.
Sebagian ulama berpendapat bahwa Allah tidak menerima ibadah salat orang yang bertato karena tato telah menghalangi kulit dari terkena air wudu. Namun sebagian lainnya menjelaskan kalau yang haram dari tato adalah membuatnya. Alasannya, tinta tato yang masuk ke dalam lapisan kulit tidak menghalangi air wudu dan air saat mandi janabah.
Salat Orang Bertato
Kalau dulu tato dianggap sebagai ritual budaya kini tato justru menjadi gaya hidup dan tak jarang yang menganggapnya sebagai karya seni. Tato tidak lagi identik dengan kaum pria maupun pelaku kriminal tapi juga diminati perempuan termasuk selebriti.
Meski Islam mengharamkan tato tapi pendapat ulama tentang mereka yang terlanjur menato tubuh umumnya menganjurkan untuk menghapus tato tersebut, kecuali bila berdampak buruk bagi pemakainya.
Ulama Ibnu Hajar Al-'asqalani dalam bukunya Fathul Bari, menjelaskan bahwa tempat yang ditato akan  menjadi najis karena darahnya tertahan di kulit tersebut. Oleh karena itu tato tersebut wajib dihilangkan meskipun harus melukai kulit, kecuali jika dikhawatirkan akan mengakibatkan rusak, cacat atau hilangnya fungsi anggota tubuh yang ditato . Dalam kondisi demikian, maka tatonya boleh tidak dihilangkan, dan cukuplah taubat untuk menghapus dosanya.
Para ulama juga membuat ketentuan dalam menghilangkan tato.  Bila tato dilakukan setelah baligh dan dengan keinginan sendiri, maka wajib menghilangkan tato atau setidaknya berusaha menghilangkannya. Bila tidak sanggup menghilangkannya karena sakit dan menimbulkan mudarat maka cukup bertobat dan salatnya tetap sah. Tapi bila tato dilakukan sebelum baligh, maka tidak perlu menghilangkannya dan salatnya juga tetap sah.
Beberapa kabilah Arab memiliki tradisi menato wajah bayi mereka sebagai tanda keanggotaan kabilah dan menambah kecantikan serta ketampanan seseorang.
Jangan sampai tato menghalangi niat ibadah seseorang karena sesungguhnya hanya Allah Swt yang berhak menilai keimanan hamba-Nya. 

So, sebelum memutuskan merajah tubuh Anda, pikir dulu seribu kali  sebelum menyesal kemudian (*)  

Pilihan  Cara Menghapus Tato
Berikut ini teknik menghilangkan tato dan berbagai risikonya seperti dikutip dari WebMD, Doctor Oz dan BBC.

1. Dermabrasi
Menggosok kulit dengan menggunakan sejenis amplas atau butiran garam hingga lapisan paling luarnya terkelupas. Tinta tato yang terletak di bawah lapisan tersebut kemudian tinggal dikikis dengan pisau bedah oleh seorang dokter kulit. Meski mudah dan relatif murah, cara ini sangat menyakitkan dan berisiko meninggalkan bekas yang lebih tidak menarik dibanding tato itu sendiri.
2. Mengiris kulit
Mengiris kulit yang ada tattoonya. Risiko terbentuknya jaringan parut pada teknik ini lebih besar dibandingkan dermabrasi, sehingga hanya dilakukan pada jenis tato yang tidak terlalu bes


3. Cryotherapy
Tato juga bisa dihilangkan dengan menggunakan nitrogen cair yang suhunya berada di bawah titik beku. Jaringan kulit yang ditetesi cairan tersebut akan membeku dan hancur, kemudian luruh bersama tinta tato pada lapisan di bawahnya. Kelemahan teknik ini adalah memicu kerusakan kulit yang serius. Dokter tidak bisa menghancurkan tinta tato yang letaknya di bawah kulit, tanpa merusak permukaan terluar dengan hanya meneteskan nitrogen cair di atasnya. 

4. Krim anti-tato
Serupa dengan cryotherapy, krim anti-tato juga bekerja dengan cara menghancurkan tinta tato agar bisa luruh dari permukaan kulit. Krim semacam ini umumnya berisi larutan trichloroacetic acid (TCA) yang akan bereaksi dengan tinta namun lebih aman bagi kulit. Sayangnya, harga krim ini sangat mahal dan harus dipakai secara rutin selama dua bulan dan efeknya hanya sekadar menyamarkan tato tanpa menghilangkannya 100 persen.



5. Laser
Teknologi paling mutakhir untuk menghilangkan tato adalah laser, yang cukup efektif sekaligus paling aman bagi kulit. Prinsipnya adalah mengurai partikel tinta di bawah permukaan kulit, agar dapat dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh alami manusia.  Meski aman, teknologi ini cukup mahal dan kadang butuh waktu lebih lama untuk menghilangkan warna tertentu misalnya hijau, oranye dan putih. Beberapa orang yang kulitnya sensitif juga dianjurkan memakai tabir surya setelah menjalani prosedur ini.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar