Pages

Kamis, 09 April 2015

Catatan Yang Tertinggal di Jordan


Meski  hanya menjadi tempat transit dalam perjalaan sirah Rasululllah dari Mekkah menuju Negeri Syam, yang kini menjadi Damaskus, Suriah, tapi kenangan selama berada di Jordania sangat berkesan dan tak terlupakan. 


Menumpang pesawat Royal Jordan, saya tiba di Queen Alia International Airport, Jordania. Udara lumayan dingin untuk saya yang terbiasa dengan  iklim tropis. Sesuai itenerary, saya dan rombongan Neno Tour hanya transit di Jordan untuk selanjutnya menuju Suriah. 

Di bandara, dua pria tampan sudah menunggu. Sayang, saya lupa mencatat nama kedua pria tampan itu :) Keduanya yang akan memandu kami selama berada di Jordan. Hanya menempuh perjalanan dua atau tiga jam, kami sudah sampai di perbatasan antara Jordan dan Suriah. Sebuah border yang jauh dari kesan ramah, dan tak layak juga untuk disebut bersih. 


Bagaimana bisa saya sebut ramah, kalau petugasnya tidak hanya minta duit tapi juga minta rokok supaya kita cepat diproses. 

Ternyata yang namanya petugas nakal itu, ada dimana-mana ya... Saya kira, hanya di indonesia saja, petugasnya yang nakal. 

Untunglah, di border Suriah, telah menunggu Luthfi dan Fachri, dua mahasiswa Indonesia yang kuliah di Universitas Damaskus. Luthfi juga merupakan adik bungsu dari Pak Tohir, salah seorang jamaah dari Neno Tour. Sehingga, petugas nakal itu tidak terlalu menekan kami karena Luthfi dan Fachri piawai berdiplomasi. 


Selanjutnya, Luthfi dan Fachri lebih berperan menjadi pemandu, meski pun sudah ada pemandu lokal bernama Tohir. Soalnya, Tohir, kebetulan namanya sama dengan Pak Tohir, orangnya khawatiran dan tidak sabaran. Pokoknya.... nyebelin deh!

Selanjutnya, setelah tiga hari menjelajah Suriah, kami kembali ke Jordan untuk memasuki Palestina dan Israel dan kembali lagi ke Jordan untuk menuju Bangkok lalu pulang ke Indonesia. 

Sebelum meninggalkan Jordan, kami menyempatkan untuk berkunjung ke gua Ashabul Kahfi dan bersenang-senang di Laut Mati. Namanya transit, tentunya hanya mampir sejenak. Tapi transit ke Jordan, sungguh menjadi pengalaman indah yang tak terlupakan. 


Perbatasan antara Jordania dan Suriah

Bunda Neno bersama salah seorang pemandu lokal di Jordan


Kalau dipandu sama  yang seperti ini, tentu perjalanan jadi semakin menyenangkan. :).
Mengapung di Laut Mati


Gua Ashabul Kahfi



Resto di depan Laut Mati, tempat makan siang terakhir di Jordanua...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar