Pages

Minggu, 26 April 2015

Behind The Birthday’s Party

Pesta ulang tahun identik dengan kue, lilin dan lagu ulang tahun. Penasaran, siapa yang pertama kali menciptakan tradisi ini? Yuk, kita cari tahu!
Meski saat ini, sebagian masyarakat Indonesia mulai menggantikan kue ulang tahun dengan tumpeng, namun tradisi merayakan ulang tahun dengan sajian cake yang dihiasi lilin sejumlah usia yang berulang tahun sambil diiringi lagu “Happy Birthday To You”, masih menjadi pilihan.
Tradisi ini tentu tidak berlangsung dengan sendirinya. Pasti ada yang memulainya. Hal itu pula yang menggelitik huffingtonpost.com untuk melansir sebuah artikel mengenai  sejarah dari tradisi yang mendunia ini.
Menurut situs yang didirikan “The Queen of New Media”, Arianna Huffington ini, ribuan tahun silam, ketika Firaun memakai mahkota di hari yang sama dengan kelahirannya,  bangsa Mesir Kuno menganggapnya sebagai wujud dewa. Sehingga, hari tersebut dianggap penting dan dirayakan berulang kali setiap tahun. Jadi, bisa dikatakan kalau bangsa Mesir Kuno merupakan bangsa pertama yang merayakan hari ulang tahun.
Bangsa Yunani Menambahkan Lilin Saat Ulang Tahun
Sedangkan lilin yang menghiasi kue ulang tahun diperkenalkan pertama kali oleh bangsa Yunani. Setiap merayakan ulang tahun, bangsa Yunani akan mempersembahkan kue berbentuk bulan untuk Artemis dengan beberapa lilin di atas kue. Mereka memakai lilin sebagai refleksi cahaya bulan dan kecantikan. Akhirnya tradisi ini dipakai banyak orang untuk merefleksikan ulang tahun sebagai awal kehidupan baru yang lebih bersinar.
Bangsa Romawi Kuno Mulai Rayakan Ulang Tahun Untuk Orang Biasa
Awalnya,  perayaan ulang tahun hanya boleh diperingati oleh raja dan dewa, namun bangsa Romawi memulai perayaan ulang tahun untuk masyarakat biasa. Orang biasa dapat merayakan ulang tahun dengan teman dan keluarga mereka. Mereka juga mulai mengenal tradisi memberi kado. Pada masa itu, kado yang berharga adalah tepung terigu, minyak zaitun, madu dan keju parut. Namun, hanya pria yang boleh merayakan ulang tahun, sedangkan perempuan  baru diperbolehkan merayakan ulang tahun pada abad ke-12.
Kue Ulang Tahun Pertama Diciptakan Tukang Roti Jerman
Di abad ke-18, perayaan ulang tahun mulai menyebar ke seluruh dunia, bahkan di Tiongkok. Di Jerman, perayaan ulang tahun anak-anak haruslah ramah dan menyenangkan. Untuk membuat suasana lebih menyenangkan, dibuatlah kue ulang tahun yang awalnya berbentuk roti. Lalu di atas roti diberi lilin-lilin yang bila ditiup (mitosnya) dapat mengabulkan harapan.
Kue Ulang Tahun Hanya Untuk Orang Kaya
Pada masa revolusi industri, kue ulang tahun dibuat lebih mewah dan manis, sebagai simbol manisnya pertambahan usia. Pada masa itu, roti dianggap sebagai makanan kelas biasa yang bisa dinikmati semua kalangan. Maka diciptakan kue-kue manis yang bentuknya cantik untuk perayaan ulang tahun keluarga-keluarga kaya. Tapi pada akhirnya, saat semua orang sudah bisa membeli bahan kue dan bisa membuat kue ulang tahun, tradisi ini menyebar ke seluruh dunia.
Lagu "Happy Birthday to You" Awalnya Adalah Lagu Selamat Pagi
Pada tahun 1893, Patty Hill dan Mildred J menulis lagu yang berjudul "Good Morning To All" untuk dinyanyikan oleh siswa-siswa di seluruh dunia. Saat lagu ini sampai di Amerika, keluar berbagai versi lain. Pada tahun 1924, Robert Coleman mengeluarkan buku lagu yang mengganti lirik lagu itu dan diulang-ulang menjadi lagu yang kita tahu sekarang, yaitu "Happy Birthday to You".


Tidak ada komentar:

Posting Komentar