Pages

Selasa, 17 Maret 2015

Sarah El Debuch , To Rome With Love


Ketika konflik melanda tanah kelahirannya, gadis ini melakukan perlawanan dengan membuat  blog.Namun, kematian paman-pamannya di tangan rezim yang berkuasa di Suriah,  mengubah caranya berjuang. Lewat sahabat saya Stefano Romano, saya berkesempatan mewawancarai pemeran Fatima dalam film “Border”  karya Alessio Cremonini ini.  

Ada yang menarik perhatian saat berlangsungnya red carpet di acara Rome International Film Festival 2013 lalu. Seorang gadis cantik mengenakan hijab berjalan dengan anggun di antara selebritas lainnya. Dialah, Sara El Debuch, aktris berbakat berdarah Suriah yang sudah menetap di Roma sejak 1997.
Memang bukan hal yang mudah bagi Sara untuk tampil berhijab di negara dimana umat muslim menjadi minoritas. Namun, Sara tetap konsisten dan komit dengan hijab yang menjadi identitasnya sebagai seorang muslimah.
“ Alhamdulillah, jumlah muslim di Roma kini semakin meningkat sehingga tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan dalam menjalankan ibadah. Meski sarana beribadah masih terbatas, inshaallah itu bukan penghalang bagi saya dan umat muslim lainnya yang menetap di Roma,” ujar Sara.
         Kelahiran 10 Juni 1995 di Damaskus ini telah menetap di Roma sejak usianya baru dua tahun. Saat itu keluarganya bermigrasi dari Suriah ke Italia. Konflik yang melanda tanah kelahirannya karena terjadinya revolusi membuat hatinya terpanggil untuk melakukan aksi menentang rezim yang baru.



Dari Blog ke Film
Kondisi Suriah yang semakin tidak menentu membuat Sara  melakukan aksi dengan caranya sendiri.
 “Pada usia 15 tahun, saya mulai membuat blog yang menyuarakan kepada dunia tentang apa yang terjadi di Suriah,” Sara mengisahkan.
Selain itu, bersama beberapa teman, Sara juga melakukan aksi yang nyata dengan mengatur beberapa manifestasi. Keadaan menempa dirinya menjadi seorang aktifis untuk membantu negaranya. Sayang, kejadian yang menewaskan paman-pamannya yang masih menetap di Suriah oleh tentara Suriah membuat Sara memutuskan menutup blog-nya.

“Setelah dua tahun berjuang dengan blog, pada usia 17 tahun, saya menutup blog tersebut. Bukan karena takut, tapi lebih karena tidak ingin sesuatu buruk akan menimpa keluarga saya dan teman-teman saya. Saya berhenti menjadi seorang aktifis untuk langkah yang lebih besar efeknya, main film!”
Sara kemudian memerankan tokoh Fatima dalam film berjudul “Border”, garapan sutradara terkenal Alessio Cremonini. 

Sebagai Fatima  dalam film Border

Film ini mengisahkan suasana perang di Suriah dan Sara menjadi istri seorang pejuang yang diminta suaminya meninggalkan Suriah. 

Dalam film yang menyabet banyak penghargaan bergengsi di Italia ini, digambarkan bagaimana beratnya usaha rakyat Suriah meninggalkan tanah kelahiran mereka yang telah porak poranda karena perang saudara. Di perbatasan itu semua kisah tersebut berlangsung.
“Meski bisa dikatakan saya hanya numpang lahir di Suriah, tapi saya sangat mencintai tanah kelahiran saya dan berharap semua konflik itu berakhr dengan indah,” Sara menambahkan.

Di usianya yang masih belia, Sara dikenal sebagai aktris, model dan pengusaha muda yang sukses di Roma. “Apa pun akan  saya lakukan untuk memperjuangkan tanah kelahiran saya. Kalau dulu lewat blog, kini lewat dunia film dan semua itu saya lakukan dengan penuh cinta kepada Suriah. Kini perjuangan saya semakin bertambah dengan menghadapi para islamophobia yang mengaitkan umat Muslim sebagai pihak di balik banyaknya insiden kemanusiaan. Beruntung, saya memiliki sahabat yang tetap berdiri untuk  saya meski mereka bukan dari kalangan muslim,” ujar Sara yang juga merupakan salah seorang penggiat komunitas muslimah di Roma. 








Bersama Stefano Romano, sang fotografer  yang kini menjadi seorang muslim

2 komentar:

  1. Cantik dan berprestasi.
    Tfs mbak :)

    -Katerina-

    BalasHapus
  2. iya, mba... dia seorang artis di Roma, wawancaranya lewat chatting di inbox fb :)

    BalasHapus